Low Tuck Kwong Lepas Saham BYAN, Jualan Rp1,68 Triliun
Konglomerat pemilik Bayan Resources, Low Tuck Kwong, menjual 650 juta saham dengan harga Rp2.588 per lembar, mengantongi pendapatan sekitar Rp1,68 triliun, seiring perubahan struktur kepemilikan saham.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemilik saham utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, melakukan penjualan besar-besaran saham emiten tambang tersebut pada 15 Oktober 2026, sebanyak 650.000.032 lembar saham biasa. Transaksi dilakukan dengan harga Rp2.588 per saham, menurut laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. Nilai transaksi ini menghasilkan pendapatan kotor sekitar Rp1,68 triliun, yang merupakan bagian dari rangkaian divestasi saham sejak awal September 2026.
Pembeli saham tersebut adalah PT Jhonlin Baratama, entitas milik Haji Isam, yang sebelumnya telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) dengan Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low. Sebelumnya, pada 8 Oktober 2026, Jhonlin Baratama juga membeli sebanyak 10.084.088.370 saham dari keduanya pada harga yang sama, mencatatkan nilai akuisisi mencapai sekitar Rp26,1 triliun. Transaksi ini menandai perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan saham BYAN.
Setelah penjualan, kepemilikan saham Low Tuck Kwong turun dari 3.416.667.832 lembar menjadi 2.766.667.800 lembar, mengurangi porsi kepemilikan langsung dari 10,25% menjadi 8,30%. Sementara itu, Elaine Low mengurangi kepemilikan dari 7.350.500.368 lembar menjadi 7.333.833.700 lembar, dengan pengaruh kecil terhadap hak suara yang turun dari 22,05% menjadi 22,00%. Kedua transaksi dilakukan secara terpisah namun pada waktu dan harga yang sama.
Pada periode 14 September hingga 8 Oktober 2026, tercatat tiga transaksi penjualan saham besar oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Pertama, Low Tuck Kwong melepas 33.333.335 saham pada 6 Oktober, diikuti oleh Elaine Low yang menjual 16.666.667 saham pada 7 Oktober. Transaksi terakhir dilakukan oleh Low Tuck Kwong dengan penjualan sebanyak 10.067.421.703 lembar pada hari yang sama. Semua transaksi dikonfirmasi sebagai divestasi dan tidak terkait dengan perjanjian pembelian kembali.
Low Tuck Kwong menegaskan tetap berstatus sebagai pengendali perseroan meski kepemilikan sahamnya berkurang. Ia juga menyatakan bahwa tujuan utama dari transaksi adalah untuk memperbarui struktur kepemilikan tanpa mengubah kontrol atas perusahaan. Dengan demikian, kendali operasional dan kebijakan strategis BYAN tetap berada di tangan pemegang saham utama, meskipun proporsi kepemilikan telah berubah secara signifikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

