Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Low Tuck Kwong Perkuat Kepemilikan di BYAN Lewat Transaksi Jumbo

Konglomerat Low Tuck Kwong tambahkan saham BYAN senilai Rp1,12 triliun, naikkan kepemilikan menjadi 10,25% melalui pembelian langsung di harga Rp11.200 per saham.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
Low Tuck Kwong Perkuat Kepemilikan di BYAN Lewat Transaksi Jumbo📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, memperkuat posisinya sebagai pemegang saham utama melalui pembelian langsung sebanyak 100.001.000 lembar saham pada 14 Oktober 2026. Transaksi dilakukan di harga Rp11.200 per saham, membukukan nilai total Rp1,12 triliun. Kegiatan ini tercatat secara resmi dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai investasi jangka panjang tanpa melibatkan perjanjian repo.

Sebelum transaksi, Low Tuck Kwong memiliki 3.316.666.832 saham BYAN dengan porsi kepemilikan 9,95% dan hak suara sesuai jumlah tersebut. Setelah pembelian, kepemilikannya meningkat menjadi 3.416.667.832 saham, menaikkan porsi kepemilikan menjadi 10,25%. Perubahan ini menegaskan kembali dominasi pemegang saham besar dalam struktur kepemilikan perusahaan tambang tersebut.

Transaksi jumbo tersebut terjadi dalam pasar negosiasi, dengan volume mencapai sekitar 100 juta saham atau setara 1 juta lot. Nilai transaksi tersebut menyumbang 78% dari total nilai transaksi pasar negosiasi di BEI pada sesi I, yang secara keseluruhan mencapai Rp1,43 triliun. Dominasi BYAN dalam aktivitas pasar negosiasi menunjukkan minat tinggi terhadap saham perusahaan di tengah dinamika pasar modal.

Pergerakan harga Rp11.200 per saham bukan terjadi secara tiba-tiba. Sehari sebelumnya, pada 13 Oktober 2026, saham BYAN juga mencatatkan transaksi nego senilai Rp5,6 miliar di harga yang sama, dengan volume 500.000 saham atau 5.000 lot. Transaksi tersebut difasilitasi oleh PT Maybank Sekuritas Indonesia, yang tercatat sebagai broker di sisi beli maupun jual, menunjukkan peran aktif lembaga keuangan dalam aksi pasar besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya