Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa ITB Meninggal Saat Lari Marathon Relai

Seorang mahasiswa ITB meninggal dunia saat berlari dalam kategori Relay 16 ITB Ultra Marathon 2026 di Cianjur, dinyatakan meninggal setelah mendapat penanganan medis darurat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.08 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 35x dibuka
Mahasiswa ITB Meninggal Saat Lari Marathon Relai📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kematian seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) terjadi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, saat berlari dalam ajang ITB Ultra Marathon 2026 di kawasan Pesantren Al-Ittihad, Cianjur. Korban, Dody Muhammad Pasha, mahasiswa Program Sarjana Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), mengalami gangguan kesehatan saat mengusung bendera komunitas "Tambang Berlari" dalam lomba relai 16 kilometer. Insiden tersebut terjadi di tengah pelaksanaan kegiatan yang diikuti 5.216 peserta dari berbagai latar belakang.

Tim medis lapangan segera menangani korban setelah melaporkan kondisi kritis. Penanganan pertama dilakukan oleh dokter dan petugas kesehatan yang bertugas di lokasi, kemudian korban dirujuk ke Rumah Sakit Dr Hafiz Cianjur. Meski telah dilakukan berbagai upaya resusitasi dan perawatan intensif, hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa almarhum meninggal dunia. Kejadian ini dikonfirmasi oleh Ketua Panitia ITB Ultra Marathon 2026, Aleks Suhanto, serta Race Director Ahmad Shalahuddin Zulfa.

Setelah mendapatkan keterangan medis, pihak ITB segera mengirimkan perwakilan untuk mendampingi keluarga korban di rumah sakit. Tim yang terdiri dari Plt Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Edwan Kardena, Direktur Kemahasiswaan Prof Muhammad Insanu, serta pengurus Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB, turut hadir untuk memberikan dukungan. Proses kepulangan jenazah dari Jawa Barat ke Jambi, tempat tinggal keluarga, telah disiapkan dan direncanakan tiba pada malam hari Minggu. Pemakaman akan dilangsungkan pada Senin, 19 Oktober 2026.

ITB mengirimkan perwakilan khusus, termasuk Kasubdit Humas Imam Santoso dan perwakilan FTTM, untuk menemani keluarga hingga prosesi pemakaman selesai. Rektor ITB, Prof Tatacipta Dirgantara, turut menyampaikan duka mendalam dengan memimpin doa bersama di garis finis ITB Kampus Ganesha, Bandung. Ia menyampaikan belasungkawa atas kehilangan almarhum dan memohon doa agar amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.

Komunitas Tambang Berlari, bersama Himpunan Mahasiswa Tambang ITB (HMT ITB) dan panitia, mengimbau seluruh peserta untuk selalu memperhatikan kondisi fisik selama perlombaan. Mereka juga menekankan pentingnya kesiapan marshal internal dalam menangani gangguan kesehatan di lapangan. Seluruh pihak menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan penting tentang kewaspadaan medis dalam ajang lari jarak jauh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya