Mahasiswa Jurnalistik Edukasi Siswa SMA Soal Bahaya Konten AI Pemilu
Mahasiswa FISIP UHO sosialisasikan literasi digital kepada siswa SMAN 10 Kendari dengan metode praktis melawan informasi menyesatkan berbasis kecerdasan buatan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 17.30 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
📷 MediaKendariKendari, ıNarasikita - Sejumlah mahasiswa Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (UHO) meluncurkan inisiatif edukasi literasi digital di kalangan pelajar SMA, khususnya siswa kelas XI SMAN 10 Kendari. Kegiatan yang digelar pada Senin, 21 September 2026, bertujuan mempersiapkan generasi muda sebagai pemilih kritis di tengah maraknya konten politik berbasis kecerdasan buatan. Acara berlangsung di kelas XI A2 dengan durasi satu jam, mulai pukul 08.00 WITA, menggunakan pendekatan tematik yang relevan dengan gaya komunikasi generasi Z.
Dengan mengusung tema “Dari Viral ke Slopaganda”, penyampaian materi dilakukan secara langsung oleh Nafsiyah Hamidah Husain, salah satu mahasiswa aktif di bidang jurnalistik. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi AI telah memudahkan produksi dan penyebaran informasi, namun juga membuka celah bagi penyebaran konten yang sengaja dirancang untuk memengaruhi opini publik. Ia memperkenalkan konsep slopaganda sebagai bentuk informasi manipulatif yang diciptakan secara masif dengan alat AI untuk menarik perhatian dan menggiring narasi tertentu.
Para siswa diajak memahami perbedaan antara hoaks dan slopaganda, serta dilatih untuk tidak otomatis mempercayai informasi yang tersebar cepat di media sosial. Nafsiyah menekankan pentingnya kritis terhadap viralitas: “Bukan karena viral, berarti benar. Harus dicek sumber, konteks, dan tujuan penyebarannya sebelum disebarkan kembali.” Dalam sesi interaktif, ia memperkenalkan metode penyaringan informasi bernama SANTAI, yang terdiri dari stop sejenak, amati sumber, nilai konteks, telusuri informasi, amankan diri dari pengaruh negatif, dan informasikan secara bijak.
Metode ini dirancang agar mudah diingat dan diterapkan saat menghadapi konten politik di platform seperti TikTok, Instagram, maupun X. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga pelaku literasi aktif. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata upaya mahasiswa dalam memperkuat kesadaran digital di kalangan pemilih pemula, menjelang tahun politik yang dinilai semakin kompleks dan dipengaruhi teknologi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Pendapatan Daerah Baubau Naik Jadi Rp809 Miliar di APBD Perubahan 2026
APBD Perubahan 2026 menaikkan target pendapatan daerah Kota Baubau menjadi Rp809 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan dari anggaran sebelumnya.
22 September 2026

Ali Mazi Diperiksa Soal Anggaran Makan Tamu Rp31 Miliar
Mantan Gubernur Sultra Ali Mazi diperiksa penyidik di Jakarta terkait dugaan korupsi anggaran makan dan minum tamu gubernur tahun 2022–2023 senilai Rp31 miliar.
22 September 2026

Polantas Sultra Tekankan Keselamatan sebagai Prioritas Utama
Dalam peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolda Sultra tegaskan bahwa keselamatan manusia menjadi tujuan utama, bukan jumlah penindakan.
22 September 2026

Partai Rakyat Indonesia Berkibar Dengan Suara Perempuan
Partai Rakyat Indonesia menonjolkan peran perempuan dalam momentum politik hari ini.
22 September 2026
Berita Lainnya

DPR Sahkan UU Reforma Agraria, Tuntutan Keadilan Tanah Terus Bergulir
Selasa, 22 September 2026, 17.54 WITA

Penembakan di Sekolah Turki Tewaskan 5 Pelajar
Selasa, 22 September 2026, 17.54 WITA

Arab Kecam Kunjungan Netanyahu ke Terowongan Al-Aqsa
Selasa, 22 September 2026, 17.54 WITA

DPR Gelar Uji Kelayakan 25 Calon Duta Besar RI
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Pezeshkian Janjikan Perlawanan Tegas di PBB
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Gus Yaqut Marah di Rapat soal Dugaan Penyelewengan Dana Haji
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Akuntansi Pelajari Dunia Pasar Modal Secara Langsung
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Utang BLBI Rp218,3 Triliun Dibayar Tuntas di Masa Prabowo
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

