Mahasiswa Tantang Inovasi Teknologi di IKN
Final Kontes Robot Terbang Indonesia 2026 di IKN menampilkan 94 tim dari 43 kampus, menguji kemampuan wahana udara nirawak dalam konteks kota masa depan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi panggung utama bagi para mahasiswa muda Indonesia dalam ajang Final Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026. Selama lima hari, mulai 21 hingga 25 September 2026, 94 tim dari 43 perguruan tinggi bersaing memperlihatkan hasil inovasi di bidang wahana udara nirawak (UAV). Kegiatan berlangsung di kawasan strategis seperti Plaza Seremoni dan Sumbu Kebangsaan, bagian dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), menegaskan posisi IKN sebagai pusat kemajuan teknologi nasional.
Pembukaan acara dilakukan secara langsung oleh Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, yang menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam pembangunan teknologi nasional. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk persiapan jangka panjang menuju peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia, di mana inovasi teknologi menjadi pilar utama kemandirian bangsa.
Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Dr. rer. nat. Agus Rubiyanto, menyoroti sinergi antara pendidikan tinggi dan visi kota pintar. Menurutnya, KRTI 2026 bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang eksperimen nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teknologi dalam konteks kehidupan nyata. Ia menyebut bahwa UAV kini telah berperan penting di berbagai sektor, termasuk pemantauan lingkungan, mitigasi bencana, pemetaan tata ruang, logistik, dan pertanian presisi.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Otorita IKN, Kementerian Sain, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta ITK. Dengan menyatukan akademisi, pemerintah, dan mahasiswa, KRTI 2026 menjadi wadah pengembangan SDM unggul yang siap mendukung transformasi digital dan keberlanjutan kota masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mengisi Baterai Semalaman: Aman atau Berisiko?
Mengisi ponsel semalaman tetap aman secara teknis, tetapi dapat mempercepat kerusakan baterai jika dilakukan tanpa pengaturan yang tepat.
26 September 2026

Apple Luncurkan HP Lipat, Samsung Catat Lonjakan Penjualan
Peluncuran iPhone lipat pertama Apple justru mendorong kenaikan penjualan Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan sebesar 10 persen dalam pekan pertama.
26 September 2026

Redmi Note 17 Dilengkapi Proteksi 36 Bulan untuk Pengguna Jangka Panjang
Xiaomi meluncurkan Redmi Note 17 dan Redmi Note 17 5G dengan layanan purnajual hingga 36 bulan, menekankan keandalan jangka panjang bagi konsumen di Indonesia.
26 September 2026

Transisi Energi di Indonesia Butuh Keseimbangan Teknologi dan Ketersediaan
Upaya mencapai net zero emission 2060 menuntut pensiun dini PLTU batu bara, namun tantangan ketersediaan pasokan listrik dan infrastruktur energi baru tetap menghambat.
26 September 2026
Berita Lainnya

Paspor Dibungkus Alumunium, Apakah Benar Cegah Pencurian Data?
Sabtu, 26 September 2026, 17.53 WITA

Makanan Sehat untuk Hamster: Panduan Lengkap dari Pelet hingga Camilan
Sabtu, 26 September 2026, 17.50 WITA

SIM Wajib Diperpanjang Tiap 5 Tahun, Bukan Karena Administrasi
Sabtu, 26 September 2026, 17.48 WITA

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Berlanjut Hingga Desember 2026
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Sabtu, 26 September 2026, 17.39 WITA

Australia Bentuk Satgas Tangani Akses AI Ilegal ke Data Kesehatan
Sabtu, 26 September 2026, 17.37 WITA

Demonstran Pro-Palestina Blokir Jalan di New York Usai Pidato Netanyahu
Sabtu, 26 September 2026, 17.36 WITA

