Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Malaysia Jadi Pemegang Paspor Terkuat di Asia Tenggara

Paspor Malaysia naik ke peringkat kedua dunia dalam laporan Passport Index 2026, unggul atas Indonesia yang berada di posisi 56, dengan akses ke 175 negara tanpa visa atau visa on arrival.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Malaysia Jadi Pemegang Paspor Terkuat di Asia Tenggara📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Paspor Malaysia berhasil meraih peringkat kedua global dalam pemeringkatan Passport Index 2026, menggeser Spanyol dari posisi tiga dan menyamai pencapaian Singapura. Uni Emirat Arab tetap memimpin peringkat dunia, sementara Malaysia menunjukkan kemajuan signifikan dengan meningkatkan akses bebas visa dan fasilitas kedatangan ke 175 destinasi internasional. Posisi ini mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi yang diberikan negara-negara lain terhadap warga negara Malaysia.

Dalam rincian akses, pemegang paspor Malaysia dapat mengunjungi 129 negara tanpa visa, 46 negara dengan fasilitas visa on arrival, dan 23 negara masih mewajibkan pengajuan visa sebelum keberangkatan. Kenaikan peringkat ini didukung oleh berbagai faktor struktural, termasuk stabilitas politik, keamanan internal, serta transparansi institusi pemerintah yang memperkuat reputasi warga negara di mata otoritas imigrasi global.

Di sisi lain, paspor Indonesia masih berada di peringkat ke-56 dunia, menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Warga negara Indonesia memiliki akses ke 88 negara tanpa visa atau visa on arrival, terdiri dari 40 negara bebas visa dan 48 negara dengan fasilitas kedatangan. Sisanya, sebanyak 110 negara, masih mewajibkan pengajuan visa reguler sebelum perjalanan.

Keberhasilan Malaysia dalam memperkuat posisi paspor didukung oleh kebijakan ekonomi yang stabil, peran sebagai pusat manufaktur dan perdagangan regional, serta keaktifan dalam diplomasi multilateral dengan negara-negara di Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa. Selain itu, kebijakan perbatasan yang terbuka, termasuk penerapan eTA dan fasilitas bebas visa terhadap 167 negara, turut menopang pencapaian ini.

Peningkatan peringkat paspor Malaysia menunjukkan bahwa kepercayaan internasional terhadap suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan atau daya ekonomi, tetapi juga oleh kualitas tata kelola, keamanan, dan keterbukaan terhadap perjalanan internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya