Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Malaysia Siapkan Pulau Khusus untuk Industri Semikonduktor dan AI

Malaysia membangun Silicon Island, pulau buatan seluas 2.300 hektare di selatan Penang, untuk mendukung pertumbuhan industri semikonduktor dan infrastruktur kecerdasan buatan secara massif hingga 2050.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Malaysia Siapkan Pulau Khusus untuk Industri Semikonduktor dan AI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Malaysia tengah meluncurkan proyek strategis berupa pembangunan pulau buatan bernama Silicon Island di wilayah selatan Penang. Dengan luas mencapai 2.300 hektare, kawasan ini dirancang sebagai pusat industri semikonduktor dan teknologi tinggi yang akan menopang kebutuhan global akan chip dan infrastruktur AI. Proyek reklamasi ini diproyeksikan rampung dalam kurun waktu sekitar 15 tahun, dengan tahap awal pembangunan dimulai dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Kawasan tersebut ditargetkan menarik investasi hingga RM75 miliar dan mampu memberikan kontribusi sebesar RM1,1 triliun terhadap ekonomi nasional pada 2050. Silicon Island juga diharapkan menciptakan sekitar 220.000 lapangan kerja di sektor industri, teknologi, dan pendukungnya pada periode yang sama. Selain fasilitas produksi, kawasan ini akan dilengkapi dengan perkantoran, hotel, serta hunian vertikal, menandai transformasi dari kawasan industri murni menjadi kota teknologi terintegrasi.

Keterbatasan lahan di Penang, yang selama lebih dari lima dekade menjadi pusat elektronik dan semikonduktor Asia Tenggara, menjadi alasan utama di balik pengembangan pulau baru ini. Sejumlah perusahaan besar seperti Intel, AMD, dan ASE Technology telah mengembangkan fasilitas di kawasan Bayan Lepas, namun pertumbuhan industri kini mulai menemui batas ruang. Kepala Menteri Penang, Chow Kon Yeow, menegaskan bahwa Silicon Island menjadi solusi vital untuk menjaga daya saing wilayah ini di tengah dinamika global.

Pembangunan Silicon Island juga bagian dari upaya Malaysia memperkuat posisinya dalam rantai pasok global, terutama dalam menggeser fokus dari perakitan dan pengujian ke aktivitas bernilai tambah tinggi seperti desain semikonduktor, pengemasan canggih, dan pengujian otomatis. Meningkatnya permintaan AI global serta ketegangan geopolitik antara AS dan Tiongkok turut mendorong perusahaan mencari lokasi alternatif. Sejumlah perusahaan dari Taiwan dan Jepang telah menunjukkan ketertarikan, bahkan salah satu investor Jepang mengunjungi lokasi tiga kali dalam dua bulan terakhir.

Fase pertama proyek akan difokuskan pada Green Technology Park seluas 700 hektare, yang akan beroperasi secara penuh menggunakan energi terbarukan. Akses antara pulau baru dan Pulau Penang utama akan dilengkapi jembatan sepanjang 380 meter. Operasi industri pertama di Silicon Island direncanakan dimulai pada awal 2029, sementara penjualan lahan industri akan dimulai pada awal 2027.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya