Malaysia Tangguhkan Registrasi Omoda 5 Usai As Roda Copot
JPJ Malaysia hentikan sementara registrasi Chery Omoda 5 setelah insiden suspensi belakang lepas di Johor Bahru, menyusul recall kedua terhadap varian C dan H.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jalan Raya Malaysia (JPJ) menghentikan sementara proses registrasi kendaraan baru untuk model Chery Omoda 5 menyusul insiden serius di wilayah Johor Bahru, di mana seluruh sistem suspensi belakang dan kedua roda mobil tiba-tiba terlepas saat bergerak. Kejadian ini terjadi pada 6 Oktober di dekat Aeon Mall Tebrau City, memicu penarikan kembali sertifikasi tipe kendaraan yang menjadi syarat wajib untuk beroperasi di jalan raya. JPJ kini memimpin investigasi mendalam terhadap desain, proses produksi, dan pasokan komponen Omoda 5.
Seiring langkah regulator, Chery Auto Malaysia secara resmi mengumumkan pelaksanaan recall untuk varian C dan H Omoda 5. Program ini mencakup pemeriksaan menyeluruh, termasuk penggantian komponen yang diperkirakan bermasalah. Perusahaan menegaskan bahwa konsumen akan mendapatkan tindak lanjut sesuai standar keselamatan, meski belum merinci jumlah unit yang terdampak. Ini merupakan tindakan kedua terhadap model yang sama dalam kurun waktu kurang dari setahun.
Sebelumnya, pada Mei 2024, Chery telah melakukan recall terhadap sekitar 600 unit Omoda 5 karena kegagalan serupa pada suspensi belakang. Insiden awal tersebut juga dipicu oleh cacat las pada komponen, akibat kalibrasi peralatan yang tidak tepat. Setelah itu, perusahaan melakukan pembaruan desain pada September 2025 dengan mengganti suspensi torsion beam menjadi sistem multi-link. Namun, belum ada kejelasan apakah insiden terbaru melibatkan unit yang sudah diperbarui atau masih menyeret masalah dari versi lama.
Di Indonesia, Chery Omoda 5 yang dipasarkan oleh Chery Sales Indonesia (CSI) telah mengalami transformasi nama menjadi Chery C5 sejak Juni 2025, termasuk perubahan teknis pada suspensi belakang. CSI menyatakan belum melakukan recall secara nasional dan menunggu hasil investigasi dari Chery global. Perusahaan menegaskan belum menerima laporan insiden serupa di Tanah Air, namun tetap membuka akses pemeriksaan gratis bagi konsumen melalui layanan pelanggan atau bengkel resmi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

