Manajer KDKMP Jadi Pegawai Koperasi Setelah 2 Tahun PKWT
Setelah menyelesaikan masa kontrak dua tahun dengan pihak pengelola, manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih resmi menjadi pegawai koperasi secara mandiri.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 17.47 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Setelah menyelesaikan masa perjanjian kerja waktu tertentu selama dua tahun, manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan secara resmi menjadi pegawai koperasi. Keputusan ini berlaku setelah periode transisi operasional yang dijalani bersama pihak pengelola, PT Agrinas Pangan Nusantara, sebagai mitra pelaksana berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026. Tujuannya adalah memastikan koperasi mampu berjalan secara mandiri dan berkelanjutan tanpa ketergantungan pada pendanaan pemerintah.
Selama masa dua tahun tersebut, gaji manajer dibayarkan oleh pemerintah melalui skema kerja sama dengan Agrinas Pangan. Periode ini dirancang sebagai masa pembinaan dan pengembangan kapasitas operasional koperasi, termasuk penguatan sistem manajemen, peningkatan volume transaksi, dan perhitungan kebutuhan pendapatan minimal untuk menutup biaya operasional, termasuk gaji pegawai. Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi menyebut bahwa manajer yang telah menyelesaikan masa kontrak ini akan diberikan status sebagai pegawai resmi koperasi, yang dianggap sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dan kinerja selama periode transisi.
Pengelolaan koperasi selama masa transisi mencakup berbagai aspek, mulai dari operasional harian, pengelolaan sumber daya manusia, pencapaian target usaha, hingga pendampingan dan evaluasi berkala. Agrinas Pangan juga bertanggung jawab atas pembangunan sistem operasional yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes), memastikan transparansi dan efisiensi dalam pelaporan serta pengawasan kegiatan. Kegiatan usaha yang dilakukan mencakup pengadaan sembako, layanan simpan pinjam, klinik dan apotek desa, pengelolaan gudang atau cold storage, serta pendistribusian logistik dan program pemerintah.
Kinerja beberapa koperasi yang telah dikunjungi menunjukkan perkembangan signifikan, dengan sejumlah unit mencatat transaksi harian mencapai Rp1 juta, meski masih ada yang berada di kisaran Rp200 ribu per hari. Angka-angka ini menjadi indikator awal kesiapan koperasi untuk membiayai operasional sendiri. Pemerintah menekankan pentingnya kemandirian finansial sebagai syarat utama keberlangsungan koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat desa dan kelurahan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

