Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mantan Kepala Intel Jerman Ditangkap Terkait Spionase dan Pengkhianatan

Eks direktur BND Jerman, August Hanning, ditangkap karena diduga melakukan spionase dan upaya pengkhianatan dengan menyebarkan informasi rahasia ke dinas intelijen asing.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Mantan Kepala Intel Jerman Ditangkap Terkait Spionase dan Pengkhianatan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Mantan kepala Badan Intelijen Luar Negeri Jerman (BND), August Hanning, telah ditangkap dalam operasi penegakan hukum yang melibatkan dugaan tindakan spionase dan pengkhianatan terhadap negara. Penangkapan dilakukan oleh jaksa federal pada Selasa (6/10), dengan tuduhan utama mencakup upaya pengkhianatan serta penyalahgunaan akses terhadap informasi sensitif milik negara. Tindakan ini dilakukan setelah penyelidikan mendalam terhadap aktivitas khusus yang diduga dilakukan selama bertahun-tahun.

Pihak berwenang mengungkapkan bahwa Hanning diduga menjalin komunikasi dengan dinas intelijen asing, meskipun nama lembaga tersebut tidak disebutkan secara eksplisit dalam rilis resmi. Proses penyelidikan kini meluas, termasuk penggeledahan di sejumlah lokasi strategis di Berlin yang dikaitkan dengan tersangka dan sumber informasi. Operasi ini menunjukkan kompleksitas dan skala yang tinggi dalam kasus dugaan pelanggaran keamanan nasional.

Seorang mantan staf BND, Manfred D, juga turut diamankan karena diduga menjadi kaki tangan Hanning. Ia menjabat sebagai kepala staf BND dari 2012 hingga 2026 dan diduga memanfaatkan posisinya untuk menyuplai informasi rahasia kepada mantan direktur tersebut. Jaksa menyatakan bahwa selama periode tersebut, Manfred D menyediakan sekitar dua ribu dokumen sensitif, sebagian besar berisi data yang hanya boleh digunakan secara internal oleh instansi intelijen federal.

Dalam keterangan resmi, jaksa menegaskan bahwa informasi yang diserahkan tidak hanya digunakan untuk kepentingan internal, tetapi juga digunakan untuk menyusun analisis yang kemudian dikirim ke perwira dari dinas intelijen asing. Temuan ini menunjukkan adanya sistematisasi dalam pelanggaran keamanan yang melibatkan akses tingkat tinggi dan kerja sama terstruktur. Kasus ini kini dalam tahap penyidikan lebih lanjut, dengan fokus pada jejak digital dan korespondensi yang terkait.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya