Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Marinir AS Ditahan Terkait Pembunuhan dan Pencurian di Okinawa

Seorang marinir AS berusia 20 tahun ditahan di Okinawa atas dugaan membunuh perempuan Jepang dan mencuri barang milik korban saat berada di hotel Kota Naha.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Marinir AS Ditahan Terkait Pembunuhan dan Pencurian di Okinawa📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Seorang marinir Amerika Serikat berusia 20 tahun, yang bertugas di Pangkalan Udara Futenma, telah ditahan oleh kepolisian Prefektur Okinawa atas dugaan pembunuhan dan pencurian. Insiden terjadi pada Sabtu dini hari di sebuah hotel di Kota Naha, tempat Anna Yagi (39), seorang warga lokal, ditemukan tewas. Menurut penyelidikan awal, terduga pelaku terlihat masuk ke hotel bersama korban, dan pihak kepolisian menduga kematian korban akibat kehabisan napas. Barang-barang milik korban, termasuk dompet dan ransel, dilaporkan hilang, yang menjadi pemicu penyelidikan terhadap pelaku.

Pelaku, bernama Devin Ballard, menolak secara tegas tuduhan yang ditujukan kepadanya. Polisi mengamankan pria tersebut saat berjalan sendirian di kawasan hiburan Kota Naha pada Sabtu malam, setelah mendapatkan informasi dari saksi mata. Penahanan dilakukan setelah hasil identifikasi dan pemeriksaan awal menunjukkan keterlibatan langsung dalam kejadian tersebut. Kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung intensif, dengan fokus pada bukti-bukti fisik dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Pemerintah Jepang menanggapi insiden ini dengan keprihatinan serius. Wakil Menteri Luar Negeri Takehiro Funakoshi menggelar komunikasi telepon dengan Duta Besar AS George Glass pada hari yang sama, menyampaikan protes resmi atas dugaan keterlibatan anggota militer AS. Glass menyatakan komitmen penuh dari pihak AS untuk bekerja sama sepenuhnya dalam proses penyelidikan, serta menegaskan upaya mencegah kejadian serupa di masa depan. Kedutaan Besar AS di Tokyo juga mengunggah pernyataan di media sosial, menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan menyatakan dukungan penuh terhadap otoritas Jepang.

Pemerintah Jepang, melalui Perdana Menteri Sanae Takaichi, menyatakan kekecewaan mendalam atas tindak kejahatan yang dilakukan oleh anggota militer asing di wilayah yang secara historis sensitif. Pemerintah menekankan pentingnya kerja sama internasional yang transparan dan menuntut peningkatan disiplin serta pengawasan terhadap personel militer asing yang berdinas di Okinawa. Korps Marinir AS juga mengonfirmasi keterlibatan aktif dalam proses hukum, termasuk membantu otoritas Jepang dalam mengungkap fakta-fakta kasus.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya