Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mas Stafaband, Pemilik Wajah Kover MP3 Era Milenium, Tutup Usia

Amaluddin Syarif, pria yang dikenal sebagai sosok di balik kover lagu MP3 era awal milenium, meninggal dunia pada 15 Oktober 2026 di usia 46 tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Mas Stafaband, Pemilik Wajah Kover MP3 Era Milenium, Tutup Usia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Amaluddin Syarif, tokoh yang tak terduga menjadi ikon digital Indonesia lewat foto wajahnya yang menempel di ribuan kover lagu MP3, telah berpulang pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ia dikabarkan meninggal dunia di usia 46 tahun, setelah menjalani perawatan kesehatan yang cukup lama. Pihak perusahaan tempatnya bekerja, Service Operation TIF (PT Telkom Infrastruktur Indonesia) Area 4 Makassar, mengumumkan kabar duka tersebut melalui akun media sosial resmi mereka, menyampaikan turut berduka atas kepergian salah satu anggota tim Fulfillment Servo TIF 4.

Kabar meninggalnya Amaluddin Syarif dikonfirmasi melalui pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa almarhum meninggal dalam kondisi tenang, didampingi keluarga. Pihak perusahaan juga mengajak rekan kerja untuk turut serta dalam prosesi bantuan duka, dengan menyediakan mekanisme pengumpulan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan. Upacara duka dan penghormatan akan dilaksanakan sesuai prosedur internal dan kebiasaan keluarga.

Awal mula kehadiran wajah Amaluddin di dunia digital bermula dari kebiasaan pribadinya menyimpan koleksi lagu favorit Indonesia. Ia mengunggah file-file musik tersebut ke platform 4Shared pada masa awal alih milenium, dengan menempatkan fotonya sendiri sebagai kover album demi memudahkan identifikasi. Tidak pernah menyangka, karya sederhana itu justru menyebar luas di internet, menjadi bagian dari memori digital generasi awal era digital Indonesia.

Kemunculan kembali sosoknya di publik pada Januari 2026 setelah lebih dari dua dekade menjadi fenomena maya, mengejutkan banyak orang. Dalam wawancara di acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, ia mengungkapkan rasa malu dan kagum saat mengetahui wajahnya telah menjadi bagian dari perangkat komputer dan ponsel jutaan orang tanpa pernah diminta. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan selebriti, melainkan seorang pekerja biasa yang hanya ingin menyimpan lagu favoritnya dengan cara sederhana.

Meski menjadi ikon tak terduga dari era MP3, Amaluddin tetap menjalani kehidupan dengan rendah hati dan tetap fokus pada pekerjaannya. Ia dikenal sebagai sosok yang tenang, penuh perhatian, dan tidak pernah memanfaatkan popularitasnya secara komersial. Kehidupan dan karya kecilnya yang tumbuh dari kebiasaan pribadi kini menjadi bagian dari sejarah digital Indonesia, mengingatkan bahwa kehadiran seseorang di dunia maya bisa jadi berdampak lebih besar dari yang dibayangkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya