Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mason Kembali ke Medan Perang untuk Lindungi Jurnalis

Seorang mantan pasukan khusus terpaksa kembali bertarung demi melindungi jurnalis yang diundang ke negara fiktif tengah kudeta militer.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.00 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Mason Kembali ke Medan Perang untuk Lindungi Jurnalis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Mason Pettits, mantan operator Pasukan Khusus Angkatan Darat Amerika Serikat, ditarik kembali ke dunia konflik setelah hampir dua dekade menjalani kehidupan damai sebagai pengacara. Ia terluka parah dalam misi khusus di negara fiktif Paldonia, yang gagal membunuh diktator Juan Venegas. Karena kondisi medis, ia diberhentikan dari dinas militer dan kini terjebak dalam rutinitas pekerjaan kantor yang membosankan.

Ketika mantan rekan satu timnya, Sebastian Earle, menghubunginya dengan tawaran kerja baru, Mason awalnya menolak. Tawaran itu melibatkan perlindungan terhadap Claire Wellington, seorang jurnalis yang diundang ke Paldonia untuk mewawancarai Venegas di tengah gejolak pemberontakan. Keputusannya menolak membuat istri dan anaknya kecewa, karena ia ingin tetap dekat dengan keluarganya.

Namun, setelah perjalanan ke Paldonia dimulai, situasi berubah drastis. Saat konvoi yang mengantar mereka dari bandara diserang oleh kelompok militan, kendaraan hancur dan pengawal Venegas tewas. Mason dan Claire harus bersembunyi di hutan bersama sang diktator. Dari sana, Venegas menduga serangan berasal dari tentaranya sendiri yang menyamar, dengan kudeta yang direncanakan oleh keponakannya, Jorge, yang didukung oleh kelompok militer Afrika Selatan dipimpin Kolonel Jan Koehorst.

Mason kemudian meminta evakuasi melalui helikopter, tetapi helikopter yang tiba justru dikemudikan tentara bayaran yang berniat membunuhnya dan Claire. Dalam situasi kritis, ia harus memilih antara menyelamatkan diri atau tetap berkomitmen pada misi perlindungan. Keputusan ini menegaskan kembali peran Mason sebagai pelindung, meski ia kini bukan lagi bagian dari militer.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya