Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Media Global Gabung Lawan Eksploitasi Konten oleh AI

Lebih dari 80 penerbit dari 20 negara bersatu dalam SPUR untuk menjamin kompensasi adil dan kontrol atas penggunaan konten mereka oleh sistem kecerdasan buatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.36 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 160x dibuka
Media Global Gabung Lawan Eksploitasi Konten oleh AI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Puluhan perusahaan media internasional baru saja memperkuat koalisi untuk melindungi hak cipta mereka dari penggunaan tanpa izin oleh teknologi kecerdasan buatan. Inisiatif ini dikelola oleh Standards for Publisher Usage Rights (SPUR), yang kini telah mengakomodasi lebih dari delapan puluh anggota dari berbagai belahan dunia. Gabungan ini mencerminkan respons kolektif terhadap praktik pengambilan konten secara masif tanpa kompensasi, yang dinilai merusak ekosistem jurnalisme berkualitas.

Pada pekan lalu, sebanyak 40 media besar resmi bergabung, termasuk The New York Times, Agence France Presse (AFP), The Economist, dan The Atlantic. Selain itu, organisasi pers dari Brasil, Meksiko, dan Argentina juga turut menyertai, menunjukkan keterlibatan global dalam upaya perlindungan kekayaan intelektual. Mereka menyatakan bahwa tanpa mekanisme kontrol, pekerjaan jurnalistik yang dibuat dengan investasi waktu dan sumber daya akan terus dieksploitasi tanpa imbalan.

SPUR menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, di mana pemilik konten dan pengembang AI dapat bermitra secara transparan. Salah satu fokus utama saat ini adalah pengembangan Content Telemetry Standard, sistem teknis yang memungkinkan pelacakan penggunaan konten dalam sistem AI. Standar ini diharapkan menjadi dasar untuk membangun perjanjian lisensi yang adil dan dapat diandalkan.

Kepala kemitraan strategis The New York Times, Rebecca Grossman-Cohen, menegaskan bahwa perlindungan kekayaan intelektual dan kemajuan teknologi bukanlah hal yang saling bertentangan. Ia menekankan bahwa model AI yang berkelanjutan harus didukung oleh pengakuan terhadap kontribusi jurnalistik. Di sisi lain, media menghadapi ancaman nyata berupa penurunan trafik karena peramban modern kini lebih sering menampilkan jawaban AI langsung tanpa mengarahkan pengguna ke sumber aslinya.

Data dari Chartbeat menunjukkan penurunan pencarian organik di lebih dari 2.500 situs web sebesar 33 persen antara November 2024 dan November 2025. Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa jurnalisme berkualitas berisiko tergantikan oleh hasil AI yang tidak memperhitungkan sumber asli. SPUR kini berupaya memastikan bahwa setiap penggunaan konten oleh AI dilaporkan secara akurat, sehingga pemilik karya dapat menerima kompensasi yang layak atas karya mereka.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya