Menghidupkan Kembali Kehidupan Keluarga Era 1990-an
Generasi milenial kini berupaya mengembalikan nuansa parenting era 1990-an dengan batasan digital, ritual keluarga, dan ruang bebas bagi anak untuk berkreativitas.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 110x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Generasi yang tumbuh di tahun 1990-an kini telah menjadi orang tua dan mulai mengadaptasi gaya asuhan yang sempat menentukan masa kecil mereka. Di tengah dominasi teknologi digital saat ini, banyak orang tua memilih membatasi penggunaan layar bagi anak-anak, sekaligus memperkenalkan kembali aktivitas tanpa gadget sebagai bentuk perlawanan terhadap ketergantungan digital yang semakin dalam.
Pendekatan ini dimulai dari pembatasan waktu layar, termasuk penggunaan ponsel pribadi yang ditunda hingga usia yang lebih matang. Orang tua juga memilih membatasi akses media sosial sesuai batas usia yang ditetapkan platform. Dengan mengurangi ketergantungan pada layar, anak-anak diberi ruang lebih untuk berinteraksi langsung dengan anggota keluarga melalui permainan fisik seperti Lego atau board game yang bisa dimainkan bersama.
Kegiatan rutin seperti menonton film bersama atau makan malam secara teratur menjadi bentuk ritual keluarga yang direvitalisasi. Meski tempat penyewaan film kini langka, keluarga tetap bisa mengadakan acara menonton dengan memilih konten dari layanan streaming, menciptakan momen bersama yang terstruktur namun tetap hangat. Ritual semacam ini diyakini mampu menciptakan rasa aman dan konsistensi bagi anak dalam lingkungan yang dinamis.
Keterbatasan hiburan di era 1990-an justru menjadi kekuatan dalam pengembangan kreativitas anak. Dengan tidak terjebak dalam aktivitas terstruktur, anak diberi ruang untuk melamun, berimajinasi, dan menemukan solusi kreatif atas masalah kecil. Kebebasan ini tidak berarti tanpa batas; orang tua tetap menetapkan batas waktu dan area bermain di luar rumah, sambil mengajarkan tanggung jawab dan kesadaran akan keamanan.
Tujuan utama dari gaya parenting ini adalah menciptakan keseimbangan antara kehidupan digital dan realitas sosial. Dengan menggabungkan nilai-nilai dari masa lalu—seperti komunikasi langsung, keterlibatan keluarga, dan ruang untuk eksplorasi—orang tua berharap anak-anak bisa tumbuh dengan keterampilan sosial, kreativitas, dan rasa percaya diri yang kuat di tengah dunia yang semakin terhubung secara digital.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

