Mengisi Baterai Semalaman: Aman atau Berisiko?
Mengisi ponsel semalaman tetap aman secara teknis, tetapi dapat mempercepat kerusakan baterai jika dilakukan tanpa pengaturan yang tepat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pengisian daya ponsel sepanjang malam menjadi kebiasaan umum di kalangan pengguna smartphone, terutama bagi mereka yang ingin memastikan perangkat siap digunakan saat bangun tidur. Meski praktis, kebiasaan ini kerap memicu kekhawatiran soal keamanan, terutama mengenai risiko kebakaran atau kerusakan baterai. Namun, berdasarkan teknologi modern, ponsel saat ini dilengkapi sistem manajemen daya yang mampu menghentikan aliran listrik begitu baterai mencapai 100 persen, sehingga risiko overcharging atau ledakan akibat pengisian berlebihan sangat kecil.
Meski begitu, penggunaan jangka panjang tanpa kontrol tetap berdampak negatif pada kesehatan baterai. Ketika ponsel tetap terhubung ke sumber listrik setelah penuh, sistem akan melakukan pengisian ulang secara berkala dengan arus kecil (trickle charge), yang menahan baterai dalam kondisi tegangan tinggi. Proses ini mempercepat degradasi kapasitas baterai, sehingga perangkat lebih cepat kehilangan kemampuan menampung daya dalam jangka panjang.
Faktor lain yang harus diperhatikan adalah suhu perangkat. Panas merupakan ancaman utama bagi baterai lithium-ion. Jika ponsel diletakkan di atas kasur, di bawah bantal, atau tertutup selimut saat diisi daya, panas tidak bisa keluar secara optimal. Kondisi ini meningkatkan risiko overheating, korsleting, bahkan kebakaran, terutama jika menggunakan adaptor atau kabel tidak resmi yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Untuk mengurangi risiko, pengguna disarankan mengaktifkan fitur pengisian pintar seperti Optimized Battery Charging di iOS atau Protect Battery di Android, yang membatasi pengisian hingga 80 persen saat malam hari. Selain itu, letakkan ponsel di permukaan datar dan sejuk seperti meja kayu atau lantai, hindari penggunaan casing tebal, serta pastikan hanya menggunakan charger orisinal dari produsen.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mahasiswa Tantang Inovasi Teknologi di IKN
Final Kontes Robot Terbang Indonesia 2026 di IKN menampilkan 94 tim dari 43 kampus, menguji kemampuan wahana udara nirawak dalam konteks kota masa depan.
26 September 2026

Apple Luncurkan HP Lipat, Samsung Catat Lonjakan Penjualan
Peluncuran iPhone lipat pertama Apple justru mendorong kenaikan penjualan Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan sebesar 10 persen dalam pekan pertama.
26 September 2026

Redmi Note 17 Dilengkapi Proteksi 36 Bulan untuk Pengguna Jangka Panjang
Xiaomi meluncurkan Redmi Note 17 dan Redmi Note 17 5G dengan layanan purnajual hingga 36 bulan, menekankan keandalan jangka panjang bagi konsumen di Indonesia.
26 September 2026

Transisi Energi di Indonesia Butuh Keseimbangan Teknologi dan Ketersediaan
Upaya mencapai net zero emission 2060 menuntut pensiun dini PLTU batu bara, namun tantangan ketersediaan pasokan listrik dan infrastruktur energi baru tetap menghambat.
26 September 2026
Berita Lainnya

Paspor Dibungkus Alumunium, Apakah Benar Cegah Pencurian Data?
Sabtu, 26 September 2026, 17.53 WITA

Makanan Sehat untuk Hamster: Panduan Lengkap dari Pelet hingga Camilan
Sabtu, 26 September 2026, 17.50 WITA

SIM Wajib Diperpanjang Tiap 5 Tahun, Bukan Karena Administrasi
Sabtu, 26 September 2026, 17.48 WITA

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Berlanjut Hingga Desember 2026
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Sabtu, 26 September 2026, 17.39 WITA

Australia Bentuk Satgas Tangani Akses AI Ilegal ke Data Kesehatan
Sabtu, 26 September 2026, 17.37 WITA

Demonstran Pro-Palestina Blokir Jalan di New York Usai Pidato Netanyahu
Sabtu, 26 September 2026, 17.36 WITA

