Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menteri dan Wamen Dapat Mobil Dinas Lokal Maung Garuda

Menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih mulai menerima mobil dinas buatan dalam negeri Maung Garuda secara serentak, sebagai bagian dari kebijakan penyeragaman armada pejabat negara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 23.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Menteri dan Wamen Dapat Mobil Dinas Lokal Maung Garuda📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kendaraan dinas operasional berupa Pindad Maung Garuda warna putih mulai didistribusikan kepada seluruh menteri dan wakil menteri sejak awal Oktober 2026. Distribusi ini merupakan implementasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mengharuskan pejabat tinggi menggunakan kendaraan buatan dalam negeri, sekaligus memperkuat industri strategis nasional. Mobil tersebut merupakan bagian dari proyek pengadaan nasional yang digarap oleh PT Pindad berdasarkan instruksi presiden.

Penggunaan Maung Garuda bagi pejabat eselon I dilakukan secara bertahap, dengan sejumlah menteri dan koordinator telah menggunakannya secara resmi sejak tanggal 5 Oktober. Termasuk di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Kedua pejabat tersebut telah menegaskan bahwa distribusi kendaraan ini masih dalam proses penyebaran bertahap di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah.

Spesifikasi kendaraan yang diberikan kepada menteri disesuaikan dengan kebutuhan operasional, meskipun tetap mengadopsi basis desain dari Maung MV3 Garuda Limousine yang digunakan oleh presiden. Perbedaan utama terletak pada penyesuaian fitur, seperti tidak dilengkapi sunroof untuk menyesuaikan fungsi dan kewenangan operasional pejabat. Hal ini menunjukkan pendekatan diferensiasi yang memadai antara kendaraan kepresidenan dan fasilitas pejabat tinggi lainnya.

Dalam pernyataannya di forum keberlanjutan nasional, perwakilan Badan Pengelola Investasi Danantara menyampaikan bahwa kebijakan ini tidak terbatas pada menteri dan wamen, melainkan berpotensi meluas ke jajaran pejabat negara lainnya. “Bahkan lebih dari itu nanti,” tegasnya, menandakan rencana ekspansi penggunaan kendaraan lokal dalam jangka panjang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendukung produksi dalam negeri dan memperkuat kemandirian industri nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya