Meutya Hafid Dorong Kebiasaan Aktivitas Nyata di Luar Digital
Menteri Komunikasi dan Digital mengajak anak-anak mengurangi waktu di layar dengan memperkuat kebiasaan fisik dan interaksi langsung, sebagai bagian dari perlindungan anak dalam era digital.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan aktivitas di luar ruangan sebagai bentuk perlindungan anak dari risiko eksposur berlebihan terhadap teknologi digital. Dalam kegiatan sosialisasi di Tabanan, Bali, ia menekankan bahwa keseimbangan antara penggunaan gawai dan kehidupan nyata harus dibangun sejak dini. Ia mencontohkan aktivitas seperti bersepeda, berolahraga, dan bermain bersama teman sebagai cara efektif menjaga kesehatan mental dan fisik anak.
Meutya menyampaikan bahwa keberadaan teknologi bukanlah musuh, tetapi bagian dari kehidupan modern yang perlu dikelola dengan bijak. Ia menegaskan bahwa membatasi waktu layar bukan karena kurangnya kasih sayang dari orang tua, melainkan sebagai upaya membangun kebiasaan hidup sehat dan produktif. Melalui interaksi langsung dengan siswa dari berbagai sekolah dasar dan menengah pertama, ia menunjukkan bahwa aktivitas fisik bisa menjadi alternatif yang menyenangkan dan bermakna.
Kegiatan yang dihadiri oleh komunitas pesepeda juga menjadi simbol nyata bahwa kegiatan di luar layar bisa dilakukan secara kolektif, bahkan melibatkan berbagai usia. Menurut Meutya, partisipasi lintas generasi dalam aktivitas fisik mampu mempererat hubungan sosial dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kehidupan nyata. Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk mengembangkan minat dan keterampilan di luar dunia digital jika diberi ruang dan stimulasi yang tepat.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), yang dirancang untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan sehat bagi generasi muda. Tujuan utamanya adalah membentuk generasi yang tidak hanya digital literate, tetapi juga memiliki keseimbangan hidup yang sehat dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Xiaomi 18 Pro Max Global Siap Gunakan Chip Terbaru dan RAM 12GB/16GB
Ponsel flagship Xiaomi 18 Pro Max versi global dikonfirmasi akan dibekali chip Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan RAM 12GB, dengan opsi 16GB yang masih menunggu kepastian.
11 Oktober 2026

Apple Kurangi Produksi iPhone 18 Pro Akibat Permintaan Melemah
Apple memangkas pesanan komponen iPhone 18 Pro dan Pro Max sebesar 15–20 persen akibat permintaan pasar yang lebih rendah dari perkiraan, seiring kenaikan harga dan perubahan jadwal rilis.
11 Oktober 2026

Samsung Pertimbangkan Pemangkasan Produksi Ponsel Akibat Kenaikan Biaya Komponen
Samsung mempertimbangkan pemangkasan produksi ponsel pintar hingga 30 persen pada kuartal keempat 2026 karena lonjakan harga komponen, terutama RAM dan memori, yang mengancam profitabilitas divisi perangkat mobile.
10 Oktober 2026

AI dan Digitalisasi, Ancaman Kepada Karya Jurnalistik
Menteri Hukum menekankan perlunya perlindungan hak cipta yang kuat bagi jurnalis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pertamina Dorong Pemulihan Ekonomi Perajin Tenun Sade
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.28 WITA

Aksi Massal Tuntut Mundur Ketua KPU, Puluhan Ditangkap
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

El-Sisi Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Kerja Sama Strategis
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

Adidas Gugat White Fox atas Desain Garis Empat
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Data Center AI dan Tekanan Air: Tantangan Infrastruktur di Tengah Ekspansi Digital
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Liang Wenfeng, Pendiri DeepSeek, Kaya Raya dari AI Canggih
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA

Shadow Punisher Usut Kematian Pangeran dalam Konspirasi Istana
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA

Indonesia Tolak Masuk Artis Dukung Israel
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

