Micro EV di Bawah Rp100 Juta Jadi Kunci Massifikasi
Periklindo menargetkan hadirnya mobil listrik mikro di bawah harga Rp100 juta untuk memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Periklindo mengusulkan pengembangan mobil listrik berukuran kecil atau micro EV dengan harga di bawah Rp100 juta sebagai langkah strategis mempercepat penetrasi pasar kendaraan listrik di Indonesia. Langkah ini dinilai krusial untuk menarik minat masyarakat luas yang masih mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur dan biaya operasional. Wakil Ketua Umum Periklindo, Achmad Rofiqi, menegaskan bahwa harga yang terjangkau menjadi faktor penentu dalam mendorong transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke alternatif ramah lingkungan.
Menurut Rofiqi, salah satu tantangan utama yang menyebabkan harga EV tetap tinggi adalah kekhawatiran masyarakat terhadap jangkauan tempuh, atau yang dikenal sebagai *range anxiety*. Kondisi ini membuat produsen cenderung memasangkan baterai berkapasitas besar, meski tidak selalu dibutuhkan untuk mobilitas harian di perkotaan. Ia mencontohkan bahwa untuk kebutuhan sehari-hari seperti perjalanan antar lokasi dalam kota, kapasitas baterai sebesar 100 hingga 150 kilometer sudah lebih dari cukup.
Ia menyoroti bahwa permintaan pasar yang menginginkan jangkauan hingga 300–400 kilometer justru memicu kenaikan biaya produksi. Padahal, penggunaan harian rata-rata tidak melebihi batas tersebut. Dengan menyelaraskan kapasitas baterai sesuai kebutuhan riil, produksi bisa lebih efisien, sehingga menurunkan harga akhir kendaraan.
Rofiqi menegaskan bahwa penyesuaian desain dan spesifikasi teknis, khususnya kapasitas baterai, akan menjadi kunci utama dalam menciptakan kendaraan listrik yang terjangkau. Ia optimistis bahwa dengan pendekatan ini, lebih banyak masyarakat dapat beralih ke mobilitas berkelanjutan tanpa harus mengorbankan kenyamanan atau keterjangkauan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan pasar massal yang inklusif dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Range Rover Sport Electric Hadir dengan Performa Tinggi dan Jarak Tempuh 602 km
Range Rover Sport Electric resmi meluncur dengan tenaga 542 hp, torsi 850 Nm, dan jarak tempuh hingga 602 km, menawarkan pengalaman berkendara premium berbasis listrik.
30 September 2026

Layanan Samsat Bantu Selesaikan Blokir Kendaraan Akibat ETLE
Masyarakat kini bisa menyelesaikan administrasi kendaraan yang terblokir akibat pelanggaran ETLE langsung di kantor Samsat dengan pelayanan terintegrasi.
30 September 2026

B50 dan Kendaraan Listrik Bisa Saling Melengkapi
Pengembangan biodiesel B50 di Indonesia dinilai mampu mendukung reduksi emisi tanpa mengabaikan progres kendaraan listrik, dengan pendekatan multipathway yang realistis untuk kondisi nasional.
30 September 2026

Penjualan Mobil Listrik Melonjak, Periklindo Sebut Indonesia di Jalur Benar
Lonjakan penjualan mobil listrik dari 40 ribu menjadi 103 ribu unit menunjukkan kemajuan nyata dalam transisi energi hijau di Indonesia.
30 September 2026
Berita Lainnya

Wajib Sertifikat Halal 18 Oktober 2026, Produk Berbahan Haram Wajib Tandai "Non Halal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

Pemerintah Atur Penggunaan Anak Usaha Tambang untuk Dukung Ekonomi Lokal
Rabu, 30 September 2026, 17.45 WITA

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun BASF Indonesia
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Astra Graphia Siap Bagi Dividen Rp297 per Saham
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.870/US$ di Akhir September
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Kebijakan Strategis
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Telkom Lanjutkan Transformasi dengan Pemisahan Infrastruktur
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

Rupiah Pulih, Kurs Dolar Menurun dari Puncak Rp18.300
Rabu, 30 September 2026, 17.44 WITA

