Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Micro EV di Bawah Rp100 Juta Jadi Kunci Massifikasi

Periklindo menargetkan hadirnya mobil listrik mikro di bawah harga Rp100 juta untuk memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Micro EV di Bawah Rp100 Juta Jadi Kunci Massifikasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Periklindo mengusulkan pengembangan mobil listrik berukuran kecil atau micro EV dengan harga di bawah Rp100 juta sebagai langkah strategis mempercepat penetrasi pasar kendaraan listrik di Indonesia. Langkah ini dinilai krusial untuk menarik minat masyarakat luas yang masih mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur dan biaya operasional. Wakil Ketua Umum Periklindo, Achmad Rofiqi, menegaskan bahwa harga yang terjangkau menjadi faktor penentu dalam mendorong transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke alternatif ramah lingkungan.

Menurut Rofiqi, salah satu tantangan utama yang menyebabkan harga EV tetap tinggi adalah kekhawatiran masyarakat terhadap jangkauan tempuh, atau yang dikenal sebagai *range anxiety*. Kondisi ini membuat produsen cenderung memasangkan baterai berkapasitas besar, meski tidak selalu dibutuhkan untuk mobilitas harian di perkotaan. Ia mencontohkan bahwa untuk kebutuhan sehari-hari seperti perjalanan antar lokasi dalam kota, kapasitas baterai sebesar 100 hingga 150 kilometer sudah lebih dari cukup.

Ia menyoroti bahwa permintaan pasar yang menginginkan jangkauan hingga 300–400 kilometer justru memicu kenaikan biaya produksi. Padahal, penggunaan harian rata-rata tidak melebihi batas tersebut. Dengan menyelaraskan kapasitas baterai sesuai kebutuhan riil, produksi bisa lebih efisien, sehingga menurunkan harga akhir kendaraan.

Rofiqi menegaskan bahwa penyesuaian desain dan spesifikasi teknis, khususnya kapasitas baterai, akan menjadi kunci utama dalam menciptakan kendaraan listrik yang terjangkau. Ia optimistis bahwa dengan pendekatan ini, lebih banyak masyarakat dapat beralih ke mobilitas berkelanjutan tanpa harus mengorbankan kenyamanan atau keterjangkauan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan pasar massal yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya