Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia

Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, telah mengeluarkan perintah tegas yang melarang penggunaan informasi rahasia atau data internal militer dalam aktivitas taruhan di platform prediksi seperti Polymarket dan Kalshi. Arahan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap meningkatnya risiko kebocoran strategi militer akibat aktivitas finansial yang didasarkan pada akses eksklusif terhadap informasi sensitif. Hegseth menekankan bahwa praktik semacam itu tidak hanya melanggar etika profesional, tetapi juga membahayakan keamanan nasional.

Dalam pernyataannya, Hegseth menyatakan bahwa setiap individu yang memanfaatkan pengetahuan internal—baik dari kalangan militer, intelijen, atau instansi pemerintah lain—untuk mencari keuntungan finansial berisiko menciptakan sinyal yang dapat dikendalikan oleh lawan. Ia menyoroti bahaya psikologis dan operasional yang muncul ketika profesional militer memiliki kepentingan finansial terhadap hasil suatu operasi, yang dapat merusak objektivitas dan keputusan strategis.

Skandal terbaru yang memicu kebijakan baru ini melibatkan seorang sersan khusus yang diduga menggunakan informasi awal tentang operasi militer di Venezuela untuk memasang taruhan di Polymarket. Ia dituduh mempertaruhkan lebih dari 32.500 dolar AS, yang menghasilkan keuntungan melebihi 400.000 dolar AS hanya dalam waktu singkat sebelum serangan dilakukan. Meski belum diadili, ia tetap mengaku tidak bersalah dan kini sedang menjalani proses hukum.

Peristiwa serupa juga terjadi di lingkaran politik, ketika sejumlah akun baru di platform prediksi menunjukkan aktivitas mencurigakan tepat sebelum Presiden AS mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Beberapa pihak, termasuk mantan operator teleprompter Trump, dikenai sanksi setelah terbukti menggunakan akses awal terhadap pidato presiden untuk memprediksi konten dan memperoleh keuntungan hingga lebih dari 107.500 dolar AS. Mereka diwajibkan mengembalikan hasil dan membayar denda besar.

Pemerintahan AS kini memperketat pengawasan terhadap platform prediksi yang dianggap menghindari regulasi perjudian konvensional. Di tengah kontroversi, keberadaan hubungan bisnis keluarga presiden dengan industri tersebut turut menjadi sorotan, termasuk peran Donald Trump Jr. sebagai penasihat strategis Kalshi dan pemegang saham besar di Polymarket melalui 1789 Capital.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya