Minum Minuman Manis Harian Tingkatkan Risiko Kanker Lambung
Studi terhadap lebih dari 112 ribu orang menemukan konsumsi minuman berpemanis setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung hingga 2,45 kali.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 15.46 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Gastro Hep Advances mengungkap kaitan antara konsumsi minuman manis secara rutin dan peningkatan risiko kanker lambung. Meskipun belum membuktikan hubungan sebab-akibat, temuan ini menjadi peringatan serius terhadap kebiasaan minum minuman berpemanis yang sering dilakukan masyarakat modern. Data penelitian diambil dari dua studi besar di Amerika Serikat, yaitu Nurses' Health Study dan Health Professionals Follow-Up Study, yang telah mengumpulkan informasi kesehatan dan pola makan selama puluhan tahun.
Dalam periode pemantauan, ditemukan 278 kasus kanker lambung di kalangan peserta. Peneliti memfokuskan analisis pada minuman berpemanis, termasuk minuman berkarbonasi, jus buah siap minum, limun, dan minuman olahraga. Peserta dibagi berdasarkan frekuensi konsumsi: satu kali per hari dibandingkan kurang dari sekali sebulan. Hasil menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi minuman tersebut setiap hari memiliki risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok yang jarang mengonsumsi.
Temuan ini menekankan pentingnya meninjau kembali kebiasaan minum yang selama ini dianggap biasa. Minuman berpemanis, meskipun tidak mengandung gula alami, mampu memengaruhi keseimbangan metabolik dan lingkungan lambung jangka panjang. Dengan adanya kaitan statistik yang signifikan, para ahli menyarankan masyarakat untuk membatasi asupan minuman berpemanis demi mencegah risiko penyakit serius seperti kanker lambung.
Upaya pencegahan dapat dimulai dari kesadaran pribadi dan kebijakan publik yang mendorong konsumsi air putih serta pengurangan kandungan gula dalam produk minuman. Meskipun belum ada bukti pasti menyebabkan kanker, data ini menunjukkan bahwa pola konsumsi yang tidak sehat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan organ vital.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Resep Bumbu Marinasi Sate Sapi Khas Nusantara
Empat varian bumbu marinasi sate sapi dari berbagai daerah disajikan dengan detail takaran dan proses agar daging meresap sempurna sebelum dipanggang.
28 September 2026

Waktu-Tepat Hentikan Minum Kopi untuk Kesehatan Optimal
Menghentikan konsumsi kopi pada waktu tertentu membantu menjaga kualitas tidur, penyerapan nutrisi, dan akurasi pemeriksaan kesehatan.
27 September 2026

Warung Rupa-rupa Sajikan Keaslian Indonesia di Nagoya
Warung Rupa-rupa di Nagoya, Jepang, menjadi tempat bertemu budaya dan rasa autentik Indonesia bagi warga lokal dan pelancong.
27 September 2026

Anak Pilih-Pilih Makanan, Ini Faktor Penyebabnya
Pilih-pilih makanan pada anak umumnya muncul sejak usia dini dan dipengaruhi faktor lingkungan, pengalaman awal makan, serta respons orang tua, bukan hanya kecenderungan pribadi.
27 September 2026
Berita Lainnya

Pengacara Muda Asal Muna Barat Pilih Berpolitik di Partai Rakyat Indonesia
Senin, 28 September 2026, 16.20 WITA

MNC University Edukasi Generasi Muda soal Pajak Digital
Senin, 28 September 2026, 15.48 WITA

APBN sebagai Pelindung Ekonomi dari Guncangan Global
Senin, 28 September 2026, 15.47 WITA

Sidang PHPU Pilpres 2024 Lanjut, Pembuktian Ijazah Gibran Digelar 30 September 2026
Senin, 28 September 2026, 15.46 WITA

Kalapas Cibinong Akui Perintahkan Pemindahan Barang Temuan Ombudsman
Senin, 28 September 2026, 15.46 WITA

Ombudsman Absen Rapat DPR Soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
Senin, 28 September 2026, 15.44 WITA

Makassar Tumbuh 7,04%, Fraksi PKS Apresiasi Kinerja Pemkot
Senin, 28 September 2026, 15.44 WITA

Dirjen PAS Bantah Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Sebut Milik Pejabat
Senin, 28 September 2026, 15.43 WITA

