Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Minum Minuman Manis Harian Tingkatkan Risiko Kanker Lambung

Studi terhadap lebih dari 112 ribu orang menemukan konsumsi minuman berpemanis setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung hingga 2,45 kali.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 15.46 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Minum Minuman Manis Harian Tingkatkan Risiko Kanker Lambung📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Gastro Hep Advances mengungkap kaitan antara konsumsi minuman manis secara rutin dan peningkatan risiko kanker lambung. Meskipun belum membuktikan hubungan sebab-akibat, temuan ini menjadi peringatan serius terhadap kebiasaan minum minuman berpemanis yang sering dilakukan masyarakat modern. Data penelitian diambil dari dua studi besar di Amerika Serikat, yaitu Nurses' Health Study dan Health Professionals Follow-Up Study, yang telah mengumpulkan informasi kesehatan dan pola makan selama puluhan tahun.

Dalam periode pemantauan, ditemukan 278 kasus kanker lambung di kalangan peserta. Peneliti memfokuskan analisis pada minuman berpemanis, termasuk minuman berkarbonasi, jus buah siap minum, limun, dan minuman olahraga. Peserta dibagi berdasarkan frekuensi konsumsi: satu kali per hari dibandingkan kurang dari sekali sebulan. Hasil menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi minuman tersebut setiap hari memiliki risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok yang jarang mengonsumsi.

Temuan ini menekankan pentingnya meninjau kembali kebiasaan minum yang selama ini dianggap biasa. Minuman berpemanis, meskipun tidak mengandung gula alami, mampu memengaruhi keseimbangan metabolik dan lingkungan lambung jangka panjang. Dengan adanya kaitan statistik yang signifikan, para ahli menyarankan masyarakat untuk membatasi asupan minuman berpemanis demi mencegah risiko penyakit serius seperti kanker lambung.

Upaya pencegahan dapat dimulai dari kesadaran pribadi dan kebijakan publik yang mendorong konsumsi air putih serta pengurangan kandungan gula dalam produk minuman. Meskipun belum ada bukti pasti menyebabkan kanker, data ini menunjukkan bahwa pola konsumsi yang tidak sehat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan organ vital.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya