Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif

Sejumlah model mobil populer di Indonesia bakal berhenti diproduksi mulai 2025, namun harga bekasnya tetap menarik di pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pabrikan otomotif di Tanah Air mulai menutup lini produksi sejumlah model unggulan menjelang akhir tahun ini, dengan keputusan yang diambil berdasarkan rencana strategis perusahaan dan transformasi produk. Beberapa di antaranya, seperti Honda HR-V Turbo, Chery Tiggo 5 X, Suzuki Baleno Hatchback, dan Toyota Veloz bensin konvensional, telah resmi dihentikan produksinya sejak awal 2025. Perubahan ini menandai transisi ke generasi baru yang lebih ramah lingkungan, terutama dengan dominasi teknologi hybrid.

HR-V Turbo, yang sebelumnya menjadi favorit penggemar SUV kompak, kini digantikan oleh varian hybrid yang hadir pada Juni 2025. Di pasar mobil bekas, model tahun 2022 dibanderol sekitar Rp310 juta, sementara unit tahun 2024 mencapai Rp360 juta. Sementara itu, Chery Tiggo 5 X yang sempat menarik perhatian pasar menengah, kini tidak lagi diproduksi sejak Maret 2025, dengan harga bekas tahun 2024 berada di kisaran Rp165 juta.

Suzuki Baleno Hatchback juga ikut berhenti diimpor dan dijual di Indonesia, dengan penutupan penjualan resmi terjadi sejak September 2025. Meski demikian, mobil ini masih tersedia di pasar bekas, dengan harga unit tahun 2020 sekitar Rp144 juta dan model 2025 mencapai Rp219 juta. Di sisi lain, Toyota Veloz bensin konvensional pun tak lagi tersedia, mengingat pabrikan hanya memasarkan varian hybrid mulai akhir 2025. Harga bekas Veloz 2020 diperkirakan Rp175 juta, sedangkan unit tahun 2025 dibanderol sekitar Rp260 juta.

Harga yang disebutkan merupakan perkiraan berdasarkan data pasar mobil bekas dan belum mengikat, karena dapat berubah tergantung kondisi kendaraan, lokasi penjualan, serta hasil negosiasi antara pembeli dan penjual. Meskipun produksi berhenti, ketersediaan suku cadang masih relatif stabil untuk model-model yang baru saja berhenti dipasarkan, sehingga menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli mobil bekas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya