Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mojtaba Khamenei Klaim Keberhasilan Usir Musuh dari Laut Arab

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pasukan musuh telah ditarik dari perairan selatan Iran hingga ke Laut Arab, sekaligus menegaskan rencana membersihkan wilayah tersebut dari kehadiran lawan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.05 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 17x dibuka
Mojtaba Khamenei Klaim Keberhasilan Usir Musuh dari Laut Arab📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengumumkan secara resmi bahwa pasukan musuh telah berhasil ditarik dari perairan lepas pantai selatan negara itu hingga ke Laut Arab, sebagai hasil dari pertahanan kuat yang dipimpin oleh para pejuang dan penjaga Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan melalui pesan tertulis yang dirilis pada Senin (28/9), dalam konteks peringatan Perang Iran-Irak dan memperingati kematian pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, yang tewas akibat serangan Israel pada 2024.

Khamenei menegaskan bahwa setiap upaya agresif dari pihak lawan justru berakhir dengan kerugian besar bagi mereka sendiri. Ia menekankan bahwa perang yang dimulai oleh musuh tidak mengurangi kekuatan Iran, melainkan justru memperkuat posisi strategis negara. “Setiap kali mereka mengambil risiko, mereka mengalami kerugian. Kini, waktu untuk membersihkan Laut Arab dari keberadaan mereka semakin dekat,” ujar Khamenei, sebagaimana dikutip oleh media internasional.

Sejak penggantian kepemimpinan setelah kematian sang ayah, Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan gabungan AS-Israel pada Februari lalu, Mojtaba Khamenei belum pernah muncul secara langsung di depan publik. Ia hanya terlihat dalam foto resmi dan pesan tertulis yang menunjukkan aktivitasnya di lingkungan pemerintahan. Kehadirannya yang terbatas memunculkan spekulasi luas mengenai kondisi kesehatannya, terutama terkait cedera parah yang dilaporkan akibat serangan tersebut.

Namun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah isu tersebut secara tegas. Dalam wawancara dengan CBS News, Pezeshkian menyatakan bahwa Khamenei dalam kondisi kesehatan baik dan tidak mengalami cedera serius. Ia menegaskan bahwa sebagai seorang dokter, dirinya memiliki akses langsung ke kondisi medis pemimpin tertinggi. Pezeshkian menambahkan bahwa ia telah bertemu Khamenei dua kali, termasuk satu pertemuan yang berlangsung lebih dari tujuh jam, sebagai bukti kehadiran aktif sang pemimpin dalam pengambilan keputusan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya