Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kenaikan konsumsi bahan bakar pada sepeda motor yang tidak sebanding dengan jarak tempuh biasanya menjadi tanda bahwa terjadi ketidaksesuaian dalam kinerja mesin atau penggunaan. Meski tidak selalu menandakan kerusakan, kondisi ini bisa muncul akibat tekanan ban yang rendah, filter udara kotor, atau bahkan kebiasaan mengemudi yang tidak efisien. Setiap perubahan kecil dalam sistem kendaraan dapat berdampak signifikan terhadap efisiensi penggunaan bahan bakar.
Tekanan angin ban yang tidak sesuai standar pabrikan menjadi salah satu penyebab utama peningkatan konsumsi bensin. Ban yang kurang tekanan akan menimbulkan hambatan gulir lebih besar, sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan. Hal ini tidak hanya memboroskan bahan bakar, tetapi juga mempercepat keausan ban dan mengurangi kontrol kendaraan. Pemeriksaan tekanan ban sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin.
Komponen lain yang berperan penting adalah filter udara, busi, dan sistem pengapian. Filter udara yang kotor menghambat aliran udara ke mesin, menyebabkan campuran bahan bakar-udara terlalu kaya, yang berakibat pada pembakaran tidak sempurna dan peningkatan konsumsi bahan bakar. Busi aus atau sistem pengapian yang bermasalah juga mengganggu proses pembakaran, mengakibatkan mesin tersendat, sulit dinyalakan, atau kehilangan tenaga. Pemeriksaan dan penggantian komponen ini harus dilakukan sesuai jadwal servis dan spesifikasi pabrikan.
Oli mesin yang sudah melewati masa pakai juga berdampak pada efisiensi mesin. Jika tidak diganti tepat waktu, oli akan kehilangan fungsi pelumasannya, meningkatkan gesekan antar komponen, dan menurunkan performa mesin. Sementara itu, pada motor injeksi, penyumbatan injektor atau gangguan pada sensor sistem bahan bakar dapat menyebabkan penyaluran bahan bakar tidak tepat, berdampak pada konsumsi yang meningkat. Pemeriksaan sistem elektronik dan pembacaan kode kesalahan di bengkel terpercaya menjadi langkah penting dalam diagnosis masalah ini.
Selain faktor teknis, gaya berkendara dan kondisi lalu lintas juga berperan besar. Mengakses gas secara mendadak, sering mengerem, atau terjebak dalam kemacetan berkepanjangan dapat memperbesar konsumsi bensin. Begitu pula dengan beban tambahan yang berlebihan, baik dari penumpang maupun barang bawaan, yang menambah beban kerja mesin. Solusinya bukan hanya perbaikan teknis, tetapi juga perubahan pola berkendara yang lebih stabil dan bijak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026

Rem Motor Berdecit? Ini Penyebab dan Solusinya
Suara berdecit saat mengerem motor bisa jadi tanda awal masalah rem yang perlu segera ditangani agar tetap aman berkendara.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

