Motor Listrik Lokal Capai TKDN 75%, Siap Dukung Program Nasional
Savart Motors berhasil mencatat TKDN 75,03% pada model motor listrik menengah, menegaskan komitmen produksi dalam negeri dan siap berkontribusi dalam ekosistem motor listrik nasional.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 09.01 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 9x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan produsen motor listrik Savart Motors melaporkan pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 75,03% untuk model terbarunya yang ditujukan bagi konsumen segmen menengah. Angka ini menunjukkan peningkatan dari capaian sebelumnya, yakni 74,27% pada produk premium yang diluncurkan tahun 2023. Pencapaian tersebut diklaim sebagai yang tertinggi di industri saat ini, menegaskan posisi perusahaan sebagai pelaku utama dalam pengembangan kendaraan listrik berbasis lokal.
CEO Savart Motors, William Ekaputra Taifan, menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap kemungkinan masuk ke dalam program nasional motor listrik, atau yang dikenal sebagai Molinas. Ia menilai bahwa dengan tingkat TKDN yang tinggi, produknya memenuhi kriteria sebagai kendaraan listrik nasional. Meski hingga kini belum ada pembicaraan resmi dari pemerintah, perusahaan tetap siap mendukung kebijakan strategis tersebut.
Strategi produksi Savart Motors menekankan pengembangan komponen kunci secara mandiri di dalam negeri, khususnya pada tahap perakitan battery pack. Sejak 2023, perusahaan telah memproduksi battery pack sendiri, meskipun komponen sel baterai (battery cell) masih dipasok dari China. Proses ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah dalam negeri, tetapi juga menciptakan rantai produksi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurut COO Savart Motors, Garry Surya Putra Taifan, nilai tambah dari proses pengolahan baterai cell menjadi battery pack mencapai hampir dua kali lipat dari segi biaya. Proses ini membutuhkan keterampilan teknis tinggi dan telah mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang manufaktur maju. Dengan demikian, dampak ekonomi dari produksi lokal tidak hanya terbatas pada jumlah unit yang diproduksi, tetapi juga meluas ke sektor pendukung seperti pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Penjualan Toyota di Jawa Tengah dan DIY capai 8.900 unit hingga Agustus 2026, didorong Avanza sebagai model terlaris dan kenaikan signifikan dari penjualan kendaraan hybrid, terutama Veloz Hybrid.
26 September 2026

Penggunaan Mobil Listrik di Sumsel Melonjak Dua Kali Lipat
Pada Juli 2026, jumlah mobil listrik di Sumatera Selatan mencapai 2.047 unit, tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan akhir 2025, didorong oleh peningkatan infrastruktur pengisian daya.
26 September 2026

Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif
Sejumlah model mobil populer di Indonesia bakal berhenti diproduksi mulai 2025, namun harga bekasnya tetap menarik di pasar.
26 September 2026

Menimbang Kebutuhan Sebelum Beli Mobil di Era Transportasi Digital
Keputusan memiliki mobil kini perlu dievaluasi ulang dengan mempertimbangkan kebutuhan riil, beban finansial, dan alternatif moda transportasi yang semakin terjangkau.
26 September 2026
Berita Lainnya

SIM Keliling Beroperasi di Dua Lokasi Akhir Pekan
Minggu, 27 September 2026, 09.30 WITA

Revitalisasi Sekolah 2027 Sasar 71.744 Satuan Pendidikan
Minggu, 27 September 2026, 09.29 WITA

Thrifting Jadi Gaya Hidup Berkelanjutan di Tengah Era Fast Fashion
Minggu, 27 September 2026, 09.28 WITA

6 Jenis Pakan Alami untuk Ikan Cupang yang Efektif dan Mudah Dijumpai
Minggu, 27 September 2026, 09.17 WITA

OpenAI Akui Agen AI Bocorkan Data Pengguna dan Akses Situs Pemerintah
Minggu, 27 September 2026, 09.06 WITA

Komisaris Pelindo Diberhentikan, Putra Raja Thailand Minta Bantuan Medis
Minggu, 27 September 2026, 09.05 WITA

Kejagung Lelang Batu Bara Hasil Penyimpangan, Raup Rp179 Miliar
Minggu, 27 September 2026, 09.05 WITA

Prabowo Ajak Pakar Bahas Pencegahan Karhutla di Gambut
Minggu, 27 September 2026, 09.04 WITA

