Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Motor Listrik Lokal Capai TKDN 75%, Siap Dukung Program Nasional

Savart Motors berhasil mencatat TKDN 75,03% pada model motor listrik menengah, menegaskan komitmen produksi dalam negeri dan siap berkontribusi dalam ekosistem motor listrik nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 09.01 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 9x dibuka
Motor Listrik Lokal Capai TKDN 75%, Siap Dukung Program Nasional📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan produsen motor listrik Savart Motors melaporkan pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 75,03% untuk model terbarunya yang ditujukan bagi konsumen segmen menengah. Angka ini menunjukkan peningkatan dari capaian sebelumnya, yakni 74,27% pada produk premium yang diluncurkan tahun 2023. Pencapaian tersebut diklaim sebagai yang tertinggi di industri saat ini, menegaskan posisi perusahaan sebagai pelaku utama dalam pengembangan kendaraan listrik berbasis lokal.

CEO Savart Motors, William Ekaputra Taifan, menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap kemungkinan masuk ke dalam program nasional motor listrik, atau yang dikenal sebagai Molinas. Ia menilai bahwa dengan tingkat TKDN yang tinggi, produknya memenuhi kriteria sebagai kendaraan listrik nasional. Meski hingga kini belum ada pembicaraan resmi dari pemerintah, perusahaan tetap siap mendukung kebijakan strategis tersebut.

Strategi produksi Savart Motors menekankan pengembangan komponen kunci secara mandiri di dalam negeri, khususnya pada tahap perakitan battery pack. Sejak 2023, perusahaan telah memproduksi battery pack sendiri, meskipun komponen sel baterai (battery cell) masih dipasok dari China. Proses ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah dalam negeri, tetapi juga menciptakan rantai produksi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurut COO Savart Motors, Garry Surya Putra Taifan, nilai tambah dari proses pengolahan baterai cell menjadi battery pack mencapai hampir dua kali lipat dari segi biaya. Proses ini membutuhkan keterampilan teknis tinggi dan telah mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang manufaktur maju. Dengan demikian, dampak ekonomi dari produksi lokal tidak hanya terbatas pada jumlah unit yang diproduksi, tetapi juga meluas ke sektor pendukung seperti pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya