Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Musik Lokal Indonesia Jadi Alat Diplomasi Global

Keberhasilan musik lokal Indonesia dalam menarik penonton global melalui platform digital menjadi fondasi utama dalam memperkuat diplomasi budaya nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 40x dibuka
Musik Lokal Indonesia Jadi Alat Diplomasi Global📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menekankan pentingnya memperkuat posisi unik musik Indonesia sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya internasional. Ia menyebut bahwa tren terkini menunjukkan bahwa konsumsi musik lokal dalam negeri kini melampaui dominasi lagu barat dan produksi asing, mencerminkan kebangkitan identitas budaya yang kuat di tengah digitalisasi. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari peran internet yang memungkinkan karya musik Indonesia menjangkau audiens global secara merata dan efisien.

Giring menyoroti bahwa keberhasilan musik Indonesia bukan hanya terjadi di genre mainstream, tetapi juga pada ragam musik daerah seperti koplo, campursari, dan lagu-lagu dari wilayah timur Nusantara. Musik-musik tersebut kini memiliki penggemar dari berbagai usia dan latar belakang, bahkan mulai diterima oleh anak-anak di kawasan urban seperti Jakarta Selatan. Hal ini membuktikan bahwa keberagaman budaya yang khas justru menjadi daya tarik utama dalam konteks global.

Ia mencontohkan data dari salah satu platform streaming musik dunia yang mencatat jumlah pemutaran lagu-lagu Indonesia mencapai 6,3 miliar kali antara pertengahan 2025 hingga 2026. Angka ini menunjukkan bahwa ciri khas musik Indonesia—dari irama, bahasa, hingga nuansa vokal—menjadi pembeda yang menarik perhatian dunia. Menurutnya, inilah saatnya Indonesia memperkuat posisi uniknya dengan lebih percaya diri mengusung kekhasan budaya Nusantara sebagai aset utama dalam komunikasi budaya internasional.

Giring juga menegaskan bahwa keberhasilan budaya Indonesia di ranah digital bukan hanya soal musik, tetapi juga meluas ke bentuk-bentuk ekspresi lain seperti busana tradisional. Ia menilai bahwa pakaian seperti batik dan kebaya menjadi simbol identitas yang semakin dilirik dunia, terutama dalam era digital yang mempercepat penyebaran nilai budaya. Dengan memperkuat ke-Indonesiaan, Indonesia justru akan lebih dikenal dan dihargai di kancah global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya