Musik Lokal Indonesia Jadi Alat Diplomasi Global
Keberhasilan musik lokal Indonesia dalam menarik penonton global melalui platform digital menjadi fondasi utama dalam memperkuat diplomasi budaya nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 40x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menekankan pentingnya memperkuat posisi unik musik Indonesia sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya internasional. Ia menyebut bahwa tren terkini menunjukkan bahwa konsumsi musik lokal dalam negeri kini melampaui dominasi lagu barat dan produksi asing, mencerminkan kebangkitan identitas budaya yang kuat di tengah digitalisasi. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari peran internet yang memungkinkan karya musik Indonesia menjangkau audiens global secara merata dan efisien.
Giring menyoroti bahwa keberhasilan musik Indonesia bukan hanya terjadi di genre mainstream, tetapi juga pada ragam musik daerah seperti koplo, campursari, dan lagu-lagu dari wilayah timur Nusantara. Musik-musik tersebut kini memiliki penggemar dari berbagai usia dan latar belakang, bahkan mulai diterima oleh anak-anak di kawasan urban seperti Jakarta Selatan. Hal ini membuktikan bahwa keberagaman budaya yang khas justru menjadi daya tarik utama dalam konteks global.
Ia mencontohkan data dari salah satu platform streaming musik dunia yang mencatat jumlah pemutaran lagu-lagu Indonesia mencapai 6,3 miliar kali antara pertengahan 2025 hingga 2026. Angka ini menunjukkan bahwa ciri khas musik Indonesia—dari irama, bahasa, hingga nuansa vokal—menjadi pembeda yang menarik perhatian dunia. Menurutnya, inilah saatnya Indonesia memperkuat posisi uniknya dengan lebih percaya diri mengusung kekhasan budaya Nusantara sebagai aset utama dalam komunikasi budaya internasional.
Giring juga menegaskan bahwa keberhasilan budaya Indonesia di ranah digital bukan hanya soal musik, tetapi juga meluas ke bentuk-bentuk ekspresi lain seperti busana tradisional. Ia menilai bahwa pakaian seperti batik dan kebaya menjadi simbol identitas yang semakin dilirik dunia, terutama dalam era digital yang mempercepat penyebaran nilai budaya. Dengan memperkuat ke-Indonesiaan, Indonesia justru akan lebih dikenal dan dihargai di kancah global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Empat event besar digelar serentak di kawasan GBK dan Senayan pada 24 Oktober, memicu rekayasa lalu lintas dan penyesuaian transportasi umum untuk hindari kemacetan parah.
24 Oktober 2026

Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Konser Kanye West di GBK
Dishub DKI Jakarta menerapkan penyesuaian arus lalu lintas di sekitar GBK selama konser Kanye West, mulai malam hingga dini hari, dengan pengalihan rute dan layanan transportasi khusus.
24 Oktober 2026

Konser Kanye West di GBK Siap Digelar dengan Aturan Ketat
Konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar pada 24 Oktober dengan jadwal masuk terpisah berdasarkan kategori tiket dan aturan ketat soal barang bawaan serta akses khusus.
23 Oktober 2026

20 Ribu Turis Asing Sambangi Jakarta untuk Konser Kanye West
Sebanyak 20.500 penonton asing dipastikan hadir di konser Kanye West di GBK, 24 Oktober 2026, menjadi acara tunggal pertama di Indonesia dari tur globalnya.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

