Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana

Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan di Indonesia tahun ini akan terjadi lebih lambat dari rata-rata klimatologis. Fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berlangsung bersamaan menjadi penyebab utama, menyebabkan kondisi kering berlanjut hingga awal 2027. Akibatnya, sebagian besar wilayah baru mulai memasuki masa hujan pada bulan November, sementara sisanya pada Desember.

Kepala BMKG menegaskan bahwa meski curah hujan diperkirakan sesuai rata-rata 30 tahun terakhir, durasi musim hujan akan lebih singkat. Hal ini berimplikasi pada intensitas hujan yang lebih tinggi, dengan kemungkinan terjadi hujan lebat hingga ekstrem pada periode akhir tahun hingga awal tahun depan. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama saat mencapai puncak musim hujan pada Desember hingga Februari.

Berdasarkan data Zona Musim (ZOM), sekitar 24,66 persen wilayah Indonesia memulai musim hujan pada November, sementara 17,31 persen pada Desember. Dibandingkan dengan rata-rata klimatologis, lebih dari 61 persen daratan nasional mengalami penundaan. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi di Desember untuk 39,64 persen wilayah, Januari untuk 25,68 persen, dan Februari untuk 16,79 persen.

Wilayah yang mengalami puncak hujan awal meliputi sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Utara, sebagian Sulawesi Barat, dan wilayah di Papua. Sementara wilayah lain seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Maluku akan mencapai puncak pada Januari hingga Februari. BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat perubahan pola hujan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya