Musim Hujan Diproyeksikan Tunda, Ancaman Banjir dan Longsor Meningkat
Awal musim hujan di sejumlah wilayah Indonesia diperkirakan mundur hingga November hingga Desember akibat El Nino kuat dan kepekatan asap, berpotensi memicu banjir dan longsor di akhir tahun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 47x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi lebih lambat dari biasanya, bahkan menyimpang dari rata-rata klimatologis selama tiga dekade terakhir. Kondisi ini dipengaruhi oleh persistensi musim kemarau yang masih berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino kategori kuat, yang mengganggu pola curah hujan normal. Sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Tengah, diperkirakan baru memasuki musim hujan pada pertengahan hingga akhir November, sementara wilayah lain baru akan mengalaminya di bulan Desember.
Kepala BMKG menyatakan bahwa keberadaan lapisan asap tebal yang belum sepenuhnya terurai menjadi faktor penundaan musim hujan. Asap yang menumpuk di atmosfer dikhawatirkan menghambat proses kondensasi uap air, sehingga memperlambat terbentuknya hujan. Untuk mengatasi hal tersebut, BMKG telah melakukan uji coba operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan mitra internasional, termasuk Thailand, guna membongkar lapisan inversi dan menurunkan konsentrasi asap di udara.
Meskipun curah hujan selama musim hujan diperkirakan berada pada level normal berdasarkan data historis 30 tahun terakhir, durasi musim hujan diproyeksikan lebih pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini berimplikasi pada peningkatan frekuensi hujan lebat hingga ekstrem, terutama pada periode akhir tahun hingga awal tahun depan. Pola ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan.
BMKG menekankan perlunya kesiapan dini dari pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk mengantisipasi potensi bencana. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Desember, Januari, dan Februari, sehingga penanganan risiko harus dimulai sejak sekarang. Upaya mitigasi, termasuk pemantauan dini dan peningkatan kapasitas respons bencana, menjadi kunci penting untuk meminimalkan dampak negatif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

