Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Musim Hujan Diproyeksikan Tunda, Ancaman Banjir dan Longsor Meningkat

Awal musim hujan di sejumlah wilayah Indonesia diperkirakan mundur hingga November hingga Desember akibat El Nino kuat dan kepekatan asap, berpotensi memicu banjir dan longsor di akhir tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 47x dibuka
Musim Hujan Diproyeksikan Tunda, Ancaman Banjir dan Longsor Meningkat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi lebih lambat dari biasanya, bahkan menyimpang dari rata-rata klimatologis selama tiga dekade terakhir. Kondisi ini dipengaruhi oleh persistensi musim kemarau yang masih berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino kategori kuat, yang mengganggu pola curah hujan normal. Sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Tengah, diperkirakan baru memasuki musim hujan pada pertengahan hingga akhir November, sementara wilayah lain baru akan mengalaminya di bulan Desember.

Kepala BMKG menyatakan bahwa keberadaan lapisan asap tebal yang belum sepenuhnya terurai menjadi faktor penundaan musim hujan. Asap yang menumpuk di atmosfer dikhawatirkan menghambat proses kondensasi uap air, sehingga memperlambat terbentuknya hujan. Untuk mengatasi hal tersebut, BMKG telah melakukan uji coba operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan mitra internasional, termasuk Thailand, guna membongkar lapisan inversi dan menurunkan konsentrasi asap di udara.

Meskipun curah hujan selama musim hujan diperkirakan berada pada level normal berdasarkan data historis 30 tahun terakhir, durasi musim hujan diproyeksikan lebih pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini berimplikasi pada peningkatan frekuensi hujan lebat hingga ekstrem, terutama pada periode akhir tahun hingga awal tahun depan. Pola ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan.

BMKG menekankan perlunya kesiapan dini dari pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk mengantisipasi potensi bencana. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Desember, Januari, dan Februari, sehingga penanganan risiko harus dimulai sejak sekarang. Upaya mitigasi, termasuk pemantauan dini dan peningkatan kapasitas respons bencana, menjadi kunci penting untuk meminimalkan dampak negatif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya