NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - NASA secara resmi memperbarui jadwal pendaratan manusia di bulan, menargetkan tahun 2028 untuk misi Artemis IV sebagai langkah utama dalam membangun kehadiran permanen manusia di satelit bumi. Rencana ini melibatkan kolaborasi strategis dengan dua perusahaan swasta, SpaceX dan Blue Origin, yang kini tengah menyempurnakan desain wahana pendaratan berawak. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan antariksa nasional yang diperkuat sejak masa pemerintahan Presiden Trump, dengan fokus pada pencapaian ambisius dan berkelanjutan di luar angkasa.
Pemimpin NASA, Jared Isaacman, menegaskan bahwa misi ini bukan sekadar mengulang sejarah Apollo, melainkan membuka era baru eksplorasi luar angkasa. Ia menekankan bahwa NASA kini bergerak dengan kecepatan tinggi, membangun infrastruktur teknis secara intensif, termasuk sistem peluncuran SLS dan pesawat ruang angkasa Orion. Dalam pernyataannya, ia menyebut tim NASA kini bekerja tanpa henti, dengan sumber daya manusia dan teknologi difokuskan pada penyelesaian tantangan kritis demi kesuksesan misi.
Sebelum peluncuran berawak, NASA menetapkan tahapan uji coba tanpa awak untuk wahana pendaratan dari SpaceX dan Blue Origin. Proses ini menjadi syarat penting sebelum sistem dinyatakan siap secara operasional. Selain itu, NASA juga memastikan bahwa sejumlah peralatan pendukung, termasuk kendaraan penjelajah, telah lebih dahulu didaratkan di bulan. Dengan demikian, ketika astronot kembali mendarat, mereka akan langsung menemukan infrastruktur dasar yang mendukung eksplorasi jangka panjang.
Misi Artemis IV akan dimulai dengan peluncuran Orion dari Pusat Luar Angkasa Kennedy, Florida, menggunakan roket SLS. Dua astronot akan turun ke permukaan bulan melalui wahana pendaratan komersial, sementara dua lainnya tetap berada di dalam Orion sebagai tim pendukung. Selama masa pendaratan, setidaknya dua jam akan dialokasikan untuk aktivitas luar pesawat, termasuk pengambilan sampel permukaan. Keberhasilan misi ini menjadi fondasi bagi pengembangan Pangkalan Bulan yang akan menjadi basis eksplorasi lanjutan di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
PLN berikan diskon 50% biaya tambah daya listrik bagi pelanggan tegangan rendah hingga 4 November 2026 melalui aplikasi PLN Mobile.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

