Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

NATO Gelar Latihan Nuklir Rutin di Italia, Libatkan 17 Negara

Latihan "Steadfast Noon" tahunan NATO di Italia melibatkan 17 negara anggota tanpa senjata aktif, di tengah respons keras Rusia yang menilai sebagai provokasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
NATO Gelar Latihan Nuklir Rutin di Italia, Libatkan 17 Negara📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - NATO resmi mengumumkan pelaksanaan latihan militer tahunan bertajuk "Steadfast Noon" di wilayah Italia, yang berlangsung dari 13 hingga 23 Oktober 2026. Latihan ini melibatkan pasukan dari 17 negara anggota aliansi dan diselenggarakan sebagai bagian dari program kesiapan strategis rutin yang telah direncanakan jauh sebelumnya. Tujuannya adalah menguji kapasitas operasional dan prosedur pertahanan nuklir secara terkoordinasi, guna menjaga kredibilitas sistem pertahanan kolektif aliansi.

Dalam pernyataan resmi, NATO menegaskan bahwa latihan tersebut tidak melibatkan penggunaan senjata nuklir aktif atau amunisi tajam. Fokusnya adalah pada simulasi kesiapan, koordinasi komando, serta pengujian mekanisme respons dalam skenario darurat. Aliansi menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif, bukan respons terhadap dinamika geopolitik terkini, serta tidak ditujukan terhadap negara atau wilayah tertentu.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menekankan pentingnya latihan semacam ini dalam menjaga stabilitas keamanan regional. Ia menegaskan bahwa keberadaan aliansi sebagai entitas pertahanan membutuhkan latihan rutin agar tetap efektif dan mampu mencegah agresi. "Kami memastikan kemampuan kami tetap aman, terlindungi, dan siap bertindak jika diperlukan, demi menjaga perdamaian dan mencegah ancaman," ujar mantan perdana menteri Belanda itu, menekankan pesan persatuan dan komitmen bersama sebagai inti dari kegiatan tersebut.

Di sisi lain, Moskow menyampaikan reaksi tajam terhadap pelaksanaan latihan, menilainya sebagai tindakan provokatif yang dilakukan di dekat wilayah Kaliningrad, eksklaf Rusia yang berada di kawasan Eropa Barat. Pemerintah Rusia menyatakan siap mengaktifkan seluruh kapasitas militer jika merasa terancam. Namun, NATO dengan cepat menanggapi dengan menolak tudingan tersebut, menegaskan bahwa latihan tidak dimaksudkan untuk menimbulkan ketegangan, dan hingga saat ini tidak teramati perubahan signifikan dalam posisi senjata nuklir Rusia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya