Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

NATO Gelar Latihan Nuklir Rutin di Italia

Latihan Steadfast Noon tahunan di Italia melibatkan 17 negara anggota tanpa penggunaan senjata nuklir sungguhan, bertujuan menjaga kesiapan dan solidaritas aliansi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
NATO Gelar Latihan Nuklir Rutin di Italia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - NATO akan menyelenggarakan latihan tahunan pencegahan nuklir bernama Steadfast Noon pada periode 13 hingga 23 Oktober di wilayah Italia. Kegiatan ini melibatkan sejumlah negara anggota aliansi dan merupakan bagian dari rutinitas yang telah direncanakan jauh sebelumnya. Tujuan utamanya adalah menguji kesiapan operasional serta efektivitas prosedur pertahanan nuklir dalam kerangka kerja sama kolektif.

Latihan tidak melibatkan penggunaan senjata nuklir nyata dan ditegaskan tidak terkait dengan perkembangan situasi geopolitik global saat ini. NATO menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak ditujukan untuk menghadapi negara tertentu, melainkan sebagai bagian dari komitmen terhadap stabilitas strategis di kawasan Eropa. Pernyataan resmi dari aliansi menyebut bahwa latihan ini merupakan upaya sistematis untuk mempertahankan kemampuan pencegahan yang aman, efisien, dan dapat dipercaya.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menekankan bahwa Steadfast Noon mencerminkan komitmen bersama seluruh anggota dalam menjaga perdamaian dan menangkal ancaman agresi. Ia menilai latihan ini menjadi bukti nyata dari persatuan dan tekad kolektif dalam menjaga keamanan wilayah aliansi. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini berlangsung di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara NATO dan Rusia, terutama pasca-perang di Ukraina yang bermula tahun 2022.

Moskow sebelumnya mengkritik kehadiran militer NATO di dekat wilayah Kaliningrad, menilainya sebagai tindakan provokatif. Rusia juga menyatakan kesiapan menggunakan seluruh kapasitas senjata, termasuk nuklir, jika diperlukan. Namun, pihak NATO menilai belum terjadi perubahan signifikan dalam posisi nuklir Rusia. Aliansi tetap menekankan bahwa latihan yang dilakukan bersifat defensif dan tidak menimbulkan ancaman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya