Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Nelayan Iran Berebut Barang Mewah dari Kapal Kargo Tenggelam

Ratusan nelayan Iran memadati perairan Selat Hormuz usai kapal kargo GFS Pride karam, berusaha mengambil iPhone dan parfum Prancis yang jatuh ke laut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
Nelayan Iran Berebut Barang Mewah dari Kapal Kargo Tenggelam📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Perairan Selat Hormuz menjadi lokasi keramaian tak biasa ketika ratusan nelayan Iran menyebar ke permukaan laut dengan perahu kecil dan kapal penyelamat. Mereka datang setelah kapal kargo GFS Pride dilaporkan tenggelam pada 14 Oktober, menimbulkan gelombang perhatian di media sosial. Sumber lokal menyebutkan bahwa kapal yang berbendera Singapura itu karam setelah diduga menabrak ranjau, meskipun pihak Singapura menyatakan penyebab utamanya adalah kebakaran di atas kapal.

Dalam rekaman video yang tersebar luas, terlihat sejumlah perahu bergerak cepat di antara kontainer yang terapung atau terendam. Para nelayan bersaing keras untuk menarik kotak-kotak berisi barang-barang bernilai tinggi, terutama iPhone dan parfum asal Prancis. Beberapa perahu tampak kesulitan mengangkat kontainer besar yang terjebak di dasar laut, sementara yang lain berusaha mempercepat proses pengambilan barang sebelum kehilangan kesempatan.

Kegiatan ini menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan lingkungan dan potensi konflik di kawasan strategis tersebut. Namun, sejumlah warga setempat mengaku hanya mencari barang yang bisa digunakan atau dijual untuk kebutuhan sehari-hari. Seorang pria dalam video menyatakan, “Kami mendengar kapal tenggelam, lalu langsung berangkat. Ada iPhone, parfum, barang-barang mewah yang bisa diambil.”

Seluruh awak kapal, yang berjumlah 21 orang, berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa luka serius. Pihak otoritas setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai tindakan pengelolaan sisa muatan atau keamanan di lokasi kejadian. Namun, insiden ini menyoroti kerentanan jalur pelayaran internasional dan dampak sosial dari kejadian maritim di wilayah yang rentan ketegangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya