Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo

Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Lillian Droniak, seorang nenek berusia 96 tahun asal Connecticut, kini menjadi ikon digital dengan 15,2 juta pengikut di TikTok. Ia dikenal sebagai Grandma Droniak, yang menarik perhatian publik setelah viral karena konflik dengan manajemen panti jompo tempat tinggalnya. Pihak panti sempat mengancam akan mengusirnya karena sering mengadakan pesta, namun setelah negosiasi, mereka sepakat memperbolehkan kegiatan tersebut selama tidak menyediakan minuman beralkohol.

Konten yang dibuatnya, yang mencakup topik fesyen, makanan, kehidupan pribadi, hingga urusan rumah tangga, menjadi daya tarik utama bagi penonton muda. Dengan bantuan cucunya dalam mengelola akun, Droniak berhasil mengubah popularitasnya menjadi sumber pendapatan. Pendapatan dari kolaborasi dengan berbagai merek makanan dan produk kecantikan cukup untuk menutupi biaya panti jompo sebesar US$12.000 (sekitar Rp190 juta) per bulan, serta menyisihkan sebagian untuk dana pendidikan cicitnya.

Ketenaran Droniak menunjukkan perubahan paradigma tentang usia lanjut di dunia digital. Ia menegaskan bahwa menjadi tua bukan berarti kehilangan semangat atau aktivitas. "Mereka mengira orang tua hanya duduk menatap dinding, padahal kita tetap bisa menikmati hidup, berpesta, dan keluar rumah," ujarnya. Ia menyadari bahwa kehadirannya di media sosial menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa kehidupan tidak berhenti setelah usia 90-an.

Di luar Droniak, beberapa tokoh lansia lain juga sukses membangun komunitas digital. Viv Truran, 82 tahun dari Cardiff, mengunggah konten harian tentang busana warna-warni dan koleksi aksesori dari kamar tidurnya yang diubah menjadi studio. Ia juga memilih mitra kolaborasi secara selektif, memprioritaskan merek lokal dan organisasi amal. Sementara itu, Grace Geramita, 85 tahun, dikenal sebagai Nonna Gracie, yang membagikan resep masakan warisan dari masa muda di Italia, juga menjadi panutan bagi jutaan penonton di seluruh dunia.

Menurut analis pemasaran influencer, kreator lansia memiliki daya tarik tinggi karena audiens mereka cenderung setia dan memiliki daya beli kuat. Mereka dianggap memberikan rasa nyaman dan kehangatan di tengah dunia digital yang seringkali kaku. Banyak pengikut yang menyebut mereka sebagai "nenek virtual", sosok yang menggantikan peran keluarga yang tak pernah mereka miliki. Droniak dan para seniornya membuktikan bahwa di usia senja, kreativitas dan kehadiran digital tetap bisa menjadi alat perubahan dan kemandirian finansial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya