Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Netanyahu Gagal Pertemukan Diri dengan Trump di PBB

Kunjungan singkat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke New York gagal menghadirkan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, menunjukkan melemahnya posisi diplomatik Israel di tengah tekanan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.21 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
Netanyahu Gagal Pertemukan Diri dengan Trump di PBB📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak berhasil menjalin pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sidang tahunan Majelis Umum PBB di New York, Kamis (24/9). Meski sempat berupaya mengatur pertemuan, langkah tersebut tidak terealisasi, dengan laporan menyebut Trump enggan menerima kedatangannya. Bahkan, pertemuan yang sebelumnya dijadwalkan dengan Elon Musk juga dibatalkan, menandai isolasi diplomatik yang semakin dalam.

Jadwal Netanyahu di New York lebih banyak diisi dengan pertemuan dengan pemimpin dari negara-negara seperti Argentina, Bolivia, Paraguay, Panama, Ethiopia, serta wakil presiden Kolombia. Ia juga bertemu dengan perdana menteri Yunani, Slovenia, dan Papua Nugini. Sementara itu, tidak ada kesempatan untuk berdialog dengan pejabat tinggi Amerika Serikat, yang mencerminkan pergeseran dinamika kekuasaan global terhadap Israel.

Isolasi ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel akibat operasi militer di Jalur Gaza. Beberapa negara Barat, termasuk Prancis, Inggris, dan Kanada, telah mengakui Palestina sebagai negara, menandai perubahan signifikan dalam kebijakan diplomatik global. Di sisi lain, Israel melanjutkan proyek permukiman E1 di Tepi Barat, yang menuai kritik tajam dari komunitas internasional dan memicu respons berupa sanksi dari sejumlah negara Barat.

Reputasi Israel secara global dinilai mengalami kemerosotan, terutama setelah kunjungan Netanyahu ke PBB kali ini. Mantan duta besar dan mantan sekretaris Kementerian Luar Negeri Israel, Alon Liel, menyatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan salah satu yang paling memalukan dalam sejarah kepemimpinan Israel di forum internasional. Ia menilai, ketiadaan pertemuan dengan pejabat AS menjadi simbol kejatuhan diplomasi Israel, bukan hanya dari Eropa, tetapi juga dari sekutu utamanya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya