Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ngatiyem Bangkitkan Jamu H’Dayah dari Pengalaman Sakit Suami

Pelaku UMKM asal Ciawi, Bogor, mengembangkan jamu instan H’Dayah berbasis herbal setelah suaminya sembuh dari gangguan paru-paru dan hati setelah mengonsumsi racikan kunyit putih dan jahe merah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Ngatiyem Bangkitkan Jamu H’Dayah dari Pengalaman Sakit Suami📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Ngatiyem, warga Ciawi, Kabupaten Bogor, memulai perjalanan usahanya dengan menciptakan jamu instan H’Dayah sebagai bentuk perawatan alami bagi suaminya yang bekerja dalam sistem tiga shift. Awalnya, ia hanya menyediakan ramuan untuk kesehatan sang suami, namun seiring waktu, usaha ini berkembang menjadi produk yang lebih terstruktur. Keputusan untuk mengembangkan jamu tersebut muncul setelah suaminya mengalami serangan paru-paru parah pada 2017 dan harus dirawat inap selama satu minggu.

Kondisi kesehatan suaminya kembali memburuk tiga hari setelah diperbolehkan pulang, sehingga Ngatiyem membawanya kembali ke rumah sakit tempat sebelumnya dirawat. Pemeriksaan lanjutan mengungkapkan adanya gangguan hati yang diduga akibat efek samping obat pengobatan paru-paru. Dalam situasi tersebut, Ngatiyem meminta izin kepada dokter untuk memberikan pendampingan alami dengan ramuan kunyit putih dan jahe merah, yang selama ini menjadi bagian dari kebiasaan keluarganya.

Setelah mengonsumsi ramuan tersebut selama sekitar satu minggu sebagai pendamping terapi medis, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan signifikan pada fungsi hati. Dokter kemudian membolehkan suaminya pulang dengan anjuran rawat jalan. Dalam waktu sekitar tiga bulan, kondisi kesehatan suaminya pulih secara menyeluruh. “Suami saya pulih dalam waktu sekitar tiga bulan,” ungkap Ngatiyem saat diwawancarai pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Kisah ini menjadi fondasi kuat bagi pengembangan H’Dayah sebagai produk jamu instan berbasis herbal yang dikemas untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan dan hati. Ngatiyem kini memproduksi jamu tersebut secara lebih teratur, menunjukkan bagaimana pengalaman pribadi dapat menjadi sumber inovasi berkelanjutan dalam sektor UMKM.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya