Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Novo Nordisk Gandeng Anthropic Percepat Riset Obat dengan AI

Kolaborasi strategis dengan Anthropic memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mempercepat penelitian dan pengembangan obat di Novo Nordisk.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 23.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Novo Nordisk Gandeng Anthropic Percepat Riset Obat dengan AI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan farmasi global Novo Nordisk resmi menjalin kemitraan dengan Anthropic untuk mempercepat proses penemuan obat melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Fokus utama kolaborasi ini adalah penerapan model AI dalam menyelesaikan tantangan kompleks dalam penelitian biologis, khususnya terkait pemahaman mekanisme kerja obat dan dinamika biologi manusia. Pendekatan ini diharapkan mampu memperpendek waktu siklus riset, dari awal penemuan hingga produk siap dipasarkan.

Sebagai bagian dari tahap awal, Novo Nordisk akan menguji Claude Science, salah satu model AI terkini dari Anthropic, dalam berbagai alur kerja riset dan pengembangan. Pengujian difokuskan pada isu ilmiah yang dinilai paling rentan terhadap efisiensi tinggi melalui pendekatan berbasis AI. Teknologi ini juga akan dikembangkan untuk mendukung pengembangan perangkat lunak internal perusahaan, sebagai bagian dari transformasi digital yang menyeluruh.

Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, menegaskan bahwa AI bukan sekadar alat efisiensi, tetapi juga katalisator inovasi ilmiah. Menurutnya, teknologi ini membuka jalan bagi pemahaman mendalam tentang biologi manusia yang sebelumnya sulit dijangkau. Dengan memanfaatkan kemampuan AI, perusahaan berharap dapat menemukan terapi baru yang lebih tepat sasaran dan berdampak lebih luas bagi pasien.

Anthropic juga menekankan pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab. Kolaborasi ini dilengkapi dengan sistem pengelolaan data ketat dan pengawasan manusia untuk menjamin kepatuhan terhadap standar etika serta regulasi industri. Dalam pandangan CEO Anthropic, Dario Amodei, kemajuan teknologi AI berpotensi mempercepat terobosan ilmiah dalam bidang kedokteran dari satu abad menjadi hanya satu dekade.

Dengan pendekatan ini, Novo Nordisk menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan AI dalam seluruh proses bisnis, mulai dari riset hingga operasional. Tujuannya bukan hanya mempercepat waktu pengembangan obat, tetapi juga menciptakan pendekatan baru dalam memahami penyakit dan merancang terapi yang lebih personal dan efektif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya