Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Nugie Mundur dari NasDem, Pilih PSI untuk Masa Depan Politik

Anak Ketua PSI Ahmad Ali, Muhammad Anugerah Pratama, resmi keluar dari NasDem dan bergabung dengan PSI, menegaskan keputusan berdasarkan pertimbangan politik dan nilai partai yang selaras dengan visinya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Nugie Mundur dari NasDem, Pilih PSI untuk Masa Depan Politik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Muhammad Anugerah Pratama, putra ketua harian DPP PSI Ahmad Ali, telah mengundurkan diri dari Partai NasDem setelah sebelumnya menjabat anggota DPRD Kota Palu periode 2024–2029. Pengunduran dirinya telah disetujui oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulawesi Tenggara dan dikonfirmasi secara resmi oleh Sekjen NasDem, Hermawi Taslim. Keputusan ini diambil sejak 5 Agustus, menandai pergantian arah politik bagi pemuda yang sebelumnya aktif dalam struktur partai berbasis Sulteng tersebut.

Keterlibatan langsung dari Ketua DPW NasDem Sulteng, Nilam Sari Lawira—yang juga merupakan ibu kandung Nugie—disebut menjadi faktor penentu dalam proses pengunduran diri. Hermawi menegaskan bahwa keputusan DPP NasDem selalu selaras dengan kebijakan DPW di daerah, termasuk dalam kasus ini. Dengan keluarnya Nugie, secara otomatis ia juga tidak lagi menjabat sebagai anggota legislatif di Palu, menutup masa keanggotaan yang sempat menarik perhatian publik.

Dalam pernyataan terbukanya, Nugie menyampaikan bahwa keputusannya bergabung dengan PSI bukan hanya karena dinamika pribadi, melainkan juga karena keinginan untuk mengejar visi politik jangka panjang. Ia menilai bahwa perjalanan politik ayahnya selama 11 tahun di NasDem layak dihargai, sehingga ia merasa penting untuk melepas posisi di partai tersebut demi menjaga kredibilitas dan penghargaan terhadap kader yang telah berkontribusi lama.

Ia juga mengungkapkan kekecewaan terhadap kesenjangan antara jargon NasDem sebagai partai tanpa mahar dengan realitas yang dirasakannya selama berada dalam struktur partai. “Slogan tanpa mahar terasa tidak sesuai dengan pengalaman langsung saya di dalam partai,” ujarnya, menekankan bahwa perubahan ini adalah bentuk komitmen terhadap nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh PSI. Ia menegaskan fokus ke depan adalah memperkuat peran generasi muda dalam politik melalui pendekatan yang inklusif dan berbasis gagasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya