NYALANG: Lingkar Tarian Magis
Festival budaya Nyalang di Sulawesi Tenggara menampilkan tarian tradisional yang menggambarkan kebersamaan dan keberagaman, dengan partisipasi lebih dari 1.200 seniman dari berbagai daerah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.08 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 10x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Festival Nyalang yang digelar di Sulawesi Tenggara kembali menjadi ajang pemersatu budaya, menghadirkan lebih dari 1.200 seniman dari berbagai kabupaten dan kota untuk menampilkan tarian tradisional dalam formasi lingkar. Acara ini menjadi wadah pelestarian nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah dinamika modernisasi. Setiap gerakan tari dirancang secara simbolis, merefleksikan harmoni sosial dan hubungan manusia dengan alam.
Pertunjukan dibuka dengan tarian pembuka yang melibatkan seluruh peserta dalam formasi melingkar, menandai awal dari rangkaian persembahan budaya yang berlangsung selama tiga hari. Setiap kelompok tari mewakili suku atau komunitas tertentu, menampilkan kostum dan musik tradisional khas wilayah asalnya. Penonton yang memadati lokasi acara menyaksikan dengan antusias, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pelestarian warisan budaya.
Kegiatan ini juga menjadi platform edukasi bagi generasi muda, dengan dilibatkannya pelajar dari berbagai tingkatan sekolah dalam prosesi pembukaan dan pelatihan tari. Salah satu peserta, Andi Rizal dari Kabupaten Konawe, menyampaikan bahwa Nyalang menjadi sarana untuk membangkitkan rasa bangga terhadap akar budaya. “Kami tari bukan hanya untuk hiburan, tapi untuk menyampaikan pesan kebersamaan dan kekayaan yang dimiliki daerah ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa Nyalang bukan sekadar festival, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pelestarian budaya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku seni dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang budaya yang inklusif, di mana setiap suku dan kelompok dapat berkontribusi tanpa kehilangan identitas asli.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hanura Usul Zaken Kabinet untuk Percepat Eksekusi Visi Prabowo
Partai Hanura menyarankan pembentukan Zaken Kabinet demi mempercepat pelaksanaan visi sosialisme khas Prabowo, menyusul dua tahun pemerintahan yang dinilai masih terkendala implementasi di lapangan.
24 Oktober 2026

Advokat Kendari Perkuat Integritas dan Kompetensi Hadapi Era Digital
Rakercab PERADI SAI Kendari fokus memperkuat solidaritas, kompetensi, dan integritas advokat dalam menghadapi transformasi digital hukum.
24 Oktober 2026

Wakapolres Pantau Pilkades Kalo-Kalo Lainea, Pastikan 278 Pemilih Nyoblos Aman
Wakapolres Konsel turun langsung memantau pelaksanaan Pilkades di Desa Kalo-Kalo, memastikan 278 pemilih dapat menggunakan hak suaranya secara aman dan tertib.
24 Oktober 2026

Patroli Cipta Kondisi Polda Sultra Jaga Keamanan Malam hingga Pagi di Kendari
Ditsamapta Polda Sultra gelar patroli preventif dari malam hingga pagi di Kendari untuk ciptakan kondusivitas kamtibmas dan antisipasi tindak kriminal.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

