Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Obat Varenicline Tunjukkan Efektivitas Berhenti Vaping pada Remaja

Studi klinis menemukan varenicline, obat terapi berhenti merokok, mampu tingkatkan keberhasilan berhenti vaping pada remaja usia 16–25 tahun secara signifikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Obat Varenicline Tunjukkan Efektivitas Berhenti Vaping pada Remaja📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah uji klinis terbaru yang dilakukan oleh Eden Evins dan tim pada 2025 menunjukkan bahwa varenicline, obat yang biasa digunakan dalam program berhenti merokok, memberikan hasil menjanjikan dalam membantu remaja berhenti menggunakan vape. Penelitian melibatkan 261 peserta berusia antara 16 hingga 25 tahun yang tidak merokok secara rutin, dengan fokus pada penghentian penggunaan vape. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 51 persen peserta yang mendapatkan varenicline bersama konseling berhasil berhenti secara terverifikasi pada minggu ke-12, jauh melampaui angka 14 persen pada kelompok plasebo.

Penggunaan varenicline dalam penelitian dilakukan dengan pendampingan konseling dan dukungan melalui pesan teks, yang menunjukkan pentingnya pendekatan terintegrasi. Meskipun efektivitasnya terlihat jelas, hasil ini tidak menjamin keberhasilan bagi semua individu. Karena peserta berasal dari kelompok usia muda dan tidak memiliki kebiasaan merokok konstan, hasil studi belum tentu dapat digeneralisasi untuk populasi lain seperti dewasa atau pengguna vape berat.

Dalam proses penelitian, efek samping umum dilaporkan pada sebagian besar peserta, dengan tingkat 86 persen pada kelompok varenicline, 79 persen pada plasebo, dan 79 persen pada kelompok dukungan biasa yang diperkuat. Namun, hanya dua peserta dari kelompok varenicline dan satu dari kelompok plasebo yang menghentikan pengobatan karena efek samping. Tidak ditemukan efek samping serius yang dikaitkan langsung dengan obat, menunjukkan profil keamanan yang relatif stabil dalam konteks studi ini.

Pendekatan berhenti vaping tidak harus dilakukan secara tiba-tiba. Alternatif yang direkomendasikan termasuk mengurangi kadar nikotin secara bertahap, memperpanjang jarak waktu antar sesi vaping, menetapkan area bebas vape, serta memantau gejala putus nikotin seperti gelisah atau sulit berkonsentrasi. Mengenali pemicu penggunaan vape dan mencatat pola penggunaan dalam jurnal juga menjadi strategi efektif. Dengan bantuan profesional, individu dapat menyusun rencana berhenti yang realistis dan sesuai kondisi pribadi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya