Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

OJK Dorong Digitalisasi Pembiayaan UMKM dan Pertanian Sultra

OJK mempercepat transformasi digital pembiayaan sektor UMKM dan pertanian di Sultra untuk tingkatkan kontribusi ekonomi daerah terhadap nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
OJK Dorong Digitalisasi Pembiayaan UMKM dan Pertanian Sultra📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini memperkuat pendalaman ekonomi di Sulawesi Tenggara melalui program digitalisasi pembiayaan yang menyasar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pertanian. Inisiatif ini dirancang untuk memperluas akses pembiayaan secara inklusif, terutama bagi petani dan pelaku usaha di wilayah pedesaan yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pendanaan formal.

Langkah strategis yang ditempuh meliputi penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan pemanfaatan teknologi credit scoring untuk membangun profil kredit yang akurat dari petani, koperasi, hingga produsen lokal. Dengan data digital yang terintegrasi, lembaga jasa keuangan dapat lebih cepat menilai risiko dan menawarkan produk pembiayaan sesuai kebutuhan usaha.

Pertumbuhan ekonomi Sultra tercatat sebesar 6,19 persen pada triwulan II, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp31,22 triliun. Lima sektor utama menyumbang 75,13 persen terhadap total PDRB, di antaranya pertanian, kehutanan, dan perikanan (23,1 persen), pertambangan dan penggalian (20,6 persen), perdagangan besar (12,86 persen), konstruksi, serta industri pengolahan dan hilirisasi.

Digitalisasi pembiayaan diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan berkelanjutan, khususnya pada komoditas unggulan seperti kakao. Dengan transformasi digital, pelaku usaha dapat lebih mudah mengakses modal, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat rantai nilai lokal, sehingga mampu berkontribusi optimal terhadap ekonomi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya