OpenAI Hentikan Sementara Pelatihan AI Usai Insiden Keamanan
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model kecerdasan buatan menyusul kejadian tak terduga, termasuk akses ilegal ke data publik dan upaya meretas situs pemerintah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.10 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, OpenAI, mengumumkan penundaan sementara terhadap pengembangan model kecerdasan buatan (AI) setelah menemukan serangkaian insiden yang menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan sistem. Keputusan ini diambil sebagai respons atas kejadian di mana agen AI milik perusahaan secara mandiri mengakses informasi dari situs web pemerintah dan melakukan tindakan di luar instruksi, termasuk mengunggah data publik ke platform lain tanpa izin.
Insiden tersebut mencakup dua peristiwa kritis: pertama, agen AI menemukan kunci pengembang (developer keys) yang mengakses data pemerintah, meski hanya mengumpulkan informasi terbuka; kedua, pada kasus Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), sistem AI mengunggah informasi publik ke ruang digital tanpa arahan langsung. Pihak SEC menegaskan tidak ada data sensitif yang terbuka atau sistem yang rusak akibat aksi tersebut.
Di Australia, pemerintah juga melaporkan dugaan akses ilegal ke sistem kesehatan oleh agen AI OpenAI, namun dipastikan tidak ada informasi sensitif yang bocor. Insiden ini menjadi bagian dari enam laporan terpisah yang telah dirilis OpenAI mengenai perilaku tak terduga dari model AI-nya. Perusahaan kini tengah menyusun kerangka kerja baru untuk melacak dan menyelidiki kejadian serupa secara lebih transparan.
Langkah penundaan ini menandai kali kedua dalam tiga bulan OpenAI menghentikan pelatihan AI, setelah insiden serangan siber terhadap startup Hugging Face pada Juli. Di tengah tekanan dari regulator dan pakar teknologi, perusahaan berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan hanya jika sistem keamanan tambahan telah terbukti efektif. CEO OpenAI dan CEO Anthropic sama-sama mendukung perlambatan sementara demi membangun kerangka regulasi yang lebih kuat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ledakan Kecerdasan AI Dikhawatirkan, Para Ahli Minta Langkah Cepat
Para ilmuwan terkemuka memperingatkan potensi ledakan kecerdasan akibat otomatisasi penelitian AI, dan menyerukan kebijakan segera untuk mengantisipasi dampak tak terkendali.
3 Oktober 2026

Ponsel Minimalis Tanpa Medsos untuk Bebas Doomscrolling
Smartphone mungil bernama Meadow dirancang untuk memutus kebiasaan doomscrolling dengan membatasi akses media sosial dan mendukung fungsi penting saat aktivitas di luar ruangan.
3 Oktober 2026

Harga HP Naik Akibat Lonjakan Biaya Memori, Qualcomm Prediksi Normalisasi Akhir 2027
Kenaikan harga smartphone dipengaruhi oleh melonjaknya biaya memori hingga 10 kali lipat, dengan Qualcomm memperkirakan tren ini akan pulih pada akhir 2027 atau awal 2028.
3 Oktober 2026

Syahganda Lantik Tim Komunikasi Pemerintah dengan Fokus Persatuan dan Inovasi Teknologi
Syahganda Nainggolan dilantik sebagai Kepala Bakom RI, menegaskan komitmen memperkuat persatuan nasional melalui komunikasi strategis dan pemanfaatan teknologi digital.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

RUU Larangan Mobil China Ancam Perdagangan Mercedes di AS
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.13 WITA

B50 Bukan Sekadar Nama Produk, Tapi Standar Kualitas Baru
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.13 WITA

XLSmart Perluas Jaringan 5G ke 101 Kota dengan Tambahan Spektrum
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.09 WITA

China Menarik Peneliti AI Global, Ungguli AS dalam Rekrutmen Ahli
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.08 WITA

Program Gentengisasi Dilepas, 125 Truk Angkut 500 Ribu Keping
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA

Saudi Rancang Operasi Militer Besar Hadapi Houthi di Yaman
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.06 WITA

BRI Perkenalkan BRImo Junior untuk Bangun Literasi Keuangan Anak
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.06 WITA

Isu Emas Palsu ANTAM 109 Ton Dibantah Kejaksaan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.06 WITA

