OpenAI Perluas Iklan di ChatGPT ke 60 Negara Termasuk Indonesia
OpenAI meluncurkan iklan di ChatGPT di lebih dari 60 negara, termasuk Indonesia, dengan tampilan pada pengguna gratis dan paket Go, sementara paket berbayar tetap bebas iklan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 15.20 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - OpenAI secara resmi memperluas layanan iklan dalam platform ChatGPT ke lebih dari 60 negara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari strategi monetisasi yang menjangkau pengguna di berbagai tingkatan. Peluncuran ini mencakup wilayah Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Taiwan, setelah sebelumnya diluncurkan di kawasan Asia Pasifik dan daerah lainnya. Keputusan ini diambil untuk menjamin keberlanjutan layanan gratis dan terjangkau, sekaligus tetap memungkinkan perusahaan mencapai keuntungan operasional.
Iklan dalam percakapan akan muncul secara kontekstual, misalnya saat pengguna membahas perencanaan perjalanan, pemilihan perangkat lunak bisnis, atau ide dekorasi rumah. Dalam situasi tersebut, OpenAI menyisipkan opsi produk atau layanan yang relevan, namun tetap terpisah secara visual dan diberi label sebagai iklan. Perusahaan menegaskan bahwa iklan tidak memengaruhi kualitas atau keakuratan jawaban yang dihasilkan oleh ChatGPT, menjaga integritas respons AI.
Hanya pengguna dengan paket gratis dan Go yang akan melihat iklan, sementara pengguna berlangganan Plus, Pro, dan Enterprise tetap menikmati pengalaman tanpa gangguan iklan. OpenAI juga menegaskan komitmen terhadap privasi, dengan menyatakan bahwa percakapan pengguna tidak akan dibagikan atau dijual kepada pengiklan, serta data pribadi tetap dilindungi secara ketat. Akses untuk pengiklan dapat dilakukan melalui tim khusus OpenAI Ads Solutions atau mitra strategis seperti dentsu, Havas Media, Omnicom Media, Publicis Groupe, dan WPP, serta melalui platform Ads Manager bagi bisnis yang memenuhi syarat.
Sejak diluncurkan, ChatGPT Ads telah menarik puluhan ribu pengiklan dan berhasil menghasilkan pendapatan sebesar US$1 miliar (setara Rp17,9 triliun) dalam kurun waktu kurang dari 200 hari hingga akhir Agustus. Perusahaan berencana memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas iklan dengan menghadirkan format baru serta alat optimasi dalam waktu dekat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anak 14 Tahun Jadi Korban Dugaan Persetubuhan di Pasar Rebo
Polres Metro Jakarta Timur menangani kasus dugaan persetubuhan terhadap anak perempuan 14 tahun dengan pendampingan psikolog dan penanganan hukum sesuai UU KUHP.
25 September 2026

BYD Tarik 32 Ribu Unit Pikap di Australia Akibat Risiko Ban Serep Terlepas
Perusahaan otomotif China BYD menarik kembali 32.009 unit pikap Shark 6 di Australia karena potensi ban serep terlepas saat berkendara, dengan perbaikan gratis dilakukan melalui penggantian komponen dudukan.
25 September 2026

Netanyahu Bawa Starlink ke PBB, Tegaskan Kebebasan Internet
Perdana Menteri Israel menampilkan perangkat Starlink dalam pidato di Majelis Umum PBB, menekankan pentingnya akses internet bebas bagi rakyat Iran yang dibatasi rezimnya.
25 September 2026

Delegasi PBB Tinggalkan Sidang Saat Netanyahu Berpidato
Puluhan perwakilan negara meninggalkan ruang sidang Majelis Umum PBB saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidatonya, menunjukkan protes terhadap kebijakan Israel.
25 September 2026
Berita Lainnya

Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Dolar AS Melemah
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

IHSG Anjlok Lebih dari 1% Jelang Penutupan Pepekan
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

Ram Jethmal Punjabi Perkuat Kepemilikan Saham RAAM
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

IHSG Terpuruk 0,82% ke 6.247 di Akhir Pekan
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

Aturan Baru Pelaporan Insidental Resmi Berlaku 1 Oktober
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

OJK Jelaskan Mekanisme Transaksi Saham BYAN di Pasar Negosiasi
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

KAI Usulkan Impor KRL Bekas Jepang untuk Atasi Kekurangan Armada
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Puncak 22 Tahun
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

