Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Operasi Militer Yaman Hantam Basis Houthi, Klaim 700 Tewas

Pasukan pemerintah Yaman melaporkan telah melancarkan 257 serangan terhadap kelompok Houthi, menewaskan setidaknya 700 anggota militan dan menghancurkan puluhan kendaraan tempur serta fasilitas strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Operasi Militer Yaman Hantam Basis Houthi, Klaim 700 Tewas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasukan militer Yaman yang berada di bawah kendali pemerintah sah melancarkan serangkaian operasi militer skala besar dalam waktu singkat, dengan total 257 serangan yang dilakukan di berbagai wilayah strategis. Operasi ini melibatkan penggunaan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan peluncur roket, menargetkan area kunci seperti Sanaa, Midi, Baqim, serta garis depan pertempuran di Al Jawf, Marib, Al Bayda, Lahj, dan khususnya wilayah Taiz yang menjadi pusat konflik.

Menurut pernyataan resmi dari juru bicara militer Kolonel Majed Al Nuzaili, sasaran utama operasi mencakup pusat komando, konsentrasi pasukan, gudang senjata, jalur pasokan, serta infrastruktur logistik militer. Klaim yang disampaikan menyebutkan bahwa sebanyak 700 anggota Houthi tewas akibat serangan tersebut, sementara 170 kendaraan tempur dan aset militer lainnya berhasil diluluhlantakkan.

Klaim ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menekan kemampuan tempur kelompok Houthi, yang sebelumnya dikenal melakukan serangan berulang terhadap warga sipil di kawasan pemukiman dan desa-desa. Dengan terhantamnya infrastruktur dan sumber daya militer, pihak militer Yaman menilai kemampuan Houthi untuk melancarkan agresi ke depan terus menurun.

Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari pihak Houthi terkait klaim tersebut. Konflik di Yaman yang bermula sejak 2014, ketika kelompok tersebut merebut ibu kota Sanaa, terus berlanjut hingga kini, meskipun gencatan senjata tahun 2022 gagal berlangsung berkelanjutan dan pertempuran kembali memanas sejak Juli tahun lalu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya