Oposisi Israel Bentuk Tim Gabungan Hadapi Pemilu
Aliansi lima partai oposisi Israel bentuk tiga tim kerja untuk persiapkan pemilu dan bangun pemerintahan Zionis tanpa partai Arab.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Aliansi oposisi Israel yang terdiri dari lima partai utama mengumumkan pembentukan tiga tim kerja koordinatif pada Selasa (29/9/2026), bertujuan memperkuat strategi politik menjelang pemilu 27 Oktober. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk melengserkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan membangun pemerintahan yang didefinisikan sebagai "pemerintahan Zionis" berbasis koalisi partai-partai Yahudi.
Tim kerja tersebut akan fokus pada perencanaan kampanye, pengoorganisasian kebijakan, serta penataan struktur pemerintahan pasca-pemilu. Koalisi ini tidak melibatkan partai-partai Arab, meskipun keberadaan mereka di parlemen bisa menjadi penentu kemenangan. Keputusan ini mencerminkan preferensi politik yang menekankan kesatuan ideologis di antara kelompok Yahudi, meski berbeda dari sudut pandang politik.
Pemimpin oposisi—Yair Lapid, Gadi Eisenkot, Naftali Bennett, Avigdor Lieberman, dan Yair Golan—telah sepakat membentuk "blok perubahan" sejak Sabtu, sebagai respons terhadap krisis kepercayaan terhadap pemerintahan Netanyahu. Jajak pendapat terbaru menunjukkan tidak satu pun blok—baik pemerintah maupun oposisi—mampu meraih cukup kursi (61 dari 120) untuk membentuk pemerintahan sendiri tanpa dukungan eksternal.
Pernyataan resmi oposisi menegaskan bahwa tujuan utama adalah mencapai kemenangan pemilu dan membangun pemerintahan yang stabil, bekerja demi kepentingan nasional Israel. Istilah "pemerintahan Zionis" yang digunakan menekankan komitmen terhadap prinsip-prinsip nasionalisme Yahudi, dengan eksklusi partai-partai Arab dari struktur pemerintahan yang diusulkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Buku Sastra 'Memburu Muhammad' Dihadapkan pada Tekanan dan Ancaman
Karya sastra kumpulan cerpen Feby Indirani menghadapi tekanan besar setelah diskusi publiknya dibatalkan, menyusul ancaman dan serangan daring yang masif, menimbulkan kekhawatiran terhadap kebebasan berekspresi.
30 September 2026

Rabbi Israel Tolak Hak Palestina, Kecaman Global Menguat
Pernyataan kepala Rabbi Sephardi Israel yang menyangkal eksistensi rakyat Palestina dan hak mereka atas tanah memicu kecaman internasional atas retorika yang dinilai mengancam kemanusiaan.
30 September 2026

Gurun Atacama Berubah Jadi Padang Bunga Akibat Hujan Lebat
Wilayah tandus Atacama di Chile tiba-tiba mekar dengan bunga ungu dan putih setelah hujan deras akibat fenomena El Nino mengguyur kawasan tersebut.
30 September 2026

Malaysia Mulai Pulangkan Ribu Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Malaysia memulai pemulangan 1.476 pengungsi Rohingya ke Myanmar meski PBB memperingatkan risiko keamanan dan pelanggaran hak asasi manusia di negara tujuan.
30 September 2026
Berita Lainnya

Bebe Rexha Ungkap Bantuan Taylor Swift Saat Kesulitan Gaun di Grammy 2019
Rabu, 30 September 2026, 09.27 WITA

Kejagung Perluas Penyidikan Korupsi MBG dengan Tersangka Baru dari TNI
Rabu, 30 September 2026, 09.08 WITA

Netanyahu Bertemu Pejabat 10 Negara dalam Kunjungan Rahasia ke UEA
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Perempuan Pertama Pimpin Pemerintahan Maroko
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Kejanggalan Data Pendidikan Gibran di Tiga Institusi
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

MK Tak Berwenang Adili Gugatan Pencalonan Politik
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Googlebook Diluncurkan, Tapi Kecolongan di Pencarian
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Isi Baterai Motor Listrik Semalaman, Apakah Aman?
Rabu, 30 September 2026, 09.05 WITA

