Orang Tua China Bayar Rp26 Juta untuk Anak Ikut Kamp Kesulitan
Ratusan anak di China mengikuti program kamp musim panas dengan aktivitas berat demi memahami realita kehidupan, dengan biaya hingga Rp26 juta untuk masa inap sebulan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejumlah orang tua di wilayah barat daya Tiongkok, termasuk di provinsi Sichuan, Guizhou, dan Yunnan, memilih mengirim anak-anak mereka ke program kamp musim panas khusus yang menawarkan pengalaman hidup sederhana. Dengan biaya mencapai lebih dari 10.000 yuan atau sekitar Rp26 juta untuk masa tinggal satu bulan, para peserta diminta terlibat langsung dalam pekerjaan pertanian dan peternakan sehari-hari, seperti menggali kentang, memotong kayu, dan memberi pakan ternak.
Program ini dirancang untuk membangun kesadaran akan tantangan ekonomi dan kerja keras yang sering kali terlupakan dalam lingkungan perkotaan yang nyaman. Peserta juga diharuskan menaikkan rasa syukur dan penghargaan terhadap upaya orang tua. Aturan ketat diberlakukan, termasuk penyitaan ponsel selama kegiatan dan sanksi makanan terbatas—seperti hanya konsumsi kentang—jika tugas tidak terselesaikan.
Dalam beberapa kasus, anak-anak terlihat menangis dan memohon untuk pulang karena tidak mampu menahan beban fisik dan emosional. Beberapa bahkan menyatakan lebih memilih mengerjakan pekerjaan rumah daripada melakukan aktivitas di sawah. Namun, banyak orang tua yang menyaksikan video dan surat dari anak-anaknya yang ditulis selama program justru terharu dan kemudian merekomendasikan kegiatan serupa kepada rekan lain.
Panitia penyelenggara menegaskan bahwa tujuan utama bukan membebani anak, melainkan membuka mata mereka terhadap keterbatasan dan nilai kerja keras. Meski demikian, sejumlah netizen mempertimbangkan kembali keberlanjutan program ini, khawatir beban berlebihan bisa mengganggu perkembangan fisik dan psikologis anak-anak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kematian Pengemudi Ojol dan Guru Akibat Asap Karhutla
Dua warga di Sumatra dan Kalimantan meninggal dalam kondisi diduga akibat paparan asap karhutla, dengan korban pertama seorang pengemudi ojek online di Palembang yang mengeluh sesak napas sebelum meninggal.
10 Oktober 2026

Badai Isaias Landak di Florida dengan Angin 165 km/jam
Badai Isaias mendarat di dekat Destin, Florida, pada Jumat (9/10), membawa angin kencang hingga 165 km/jam dan hujan lebat yang berdampak luas hingga akhir pekan.
10 Oktober 2026

Pilot Saudi Tewas dalam Serangan Rudal di Bandara Riyadh
Satu pilot Saudia Airlines tewas dalam serangan rudal Houthi di Bandara King Khalid, Riyadh, pada 8 Oktober 2026, menyusul dua serangan yang menargetkan fasilitas bandara dan pesawat milik maskapai.
10 Oktober 2026

Obat Varenicline Tunjukkan Efektivitas Berhenti Vaping pada Remaja
Studi klinis menemukan varenicline, obat terapi berhenti merokok, mampu tingkatkan keberhasilan berhenti vaping pada remaja usia 16–25 tahun secara signifikan.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Asing Beli Besar, IHSG Terpuruk 1,88%
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

Asing Lepas Saham-Saham Unggulan, IHSG Terkoreksi 1,88%
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

BEI Perkuat Standar Keuangan IPO Mulai 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA

IHSG Sesi I Naik 0,35% ke Level 6.052
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

BIKE Perkuat Lini Bisnis Energi Lewat Akuisisi Tambang Batu Bara
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Asing Jual Bersih Rp32 Miliar, Tapi 10 Saham Ini Justru Dibeli Melimpah
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Hindari Kehilangan Dana, Ini 11 Langkah Perlindungan M-Banking
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

