Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Other Mommy Gagal Ciptakan Ketakutan Mendalam

Film horor adaptasi novel *Incidents Around the House* mendapat skor rendah dari kritikus, hanya 16 persen, meski sukses di box office dengan pendapatan global US$45 juta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.16 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 25x dibuka
Other Mommy Gagal Ciptakan Ketakutan Mendalam📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Other Mommy, film horor yang diadaptasi dari novel populer karya Josh Malerman, gagal membangun ketakutan yang berkesan meski meraih pendapatan tinggi di pasar Amerika Utara. Dalam pekan pertama tayang pada 7 Oktober 2026, film yang dibintangi Jessica Chastain ini meraup pendapatan US$27,5 juta, menempatkan diri sebagai pemimpin box office di wilayah tersebut. Dengan biaya produksi US$18 juta dan pendapatan internasional sebesar US$17,69 juta, total pendapatan global film ini telah mencapai US$45 juta, menunjukkan kinerja keuangan yang stabil meski dinilai buruk secara kritik.

Namun, di balik keberhasilan finansial, film ini menghadapi kritik tajam dari para ahli perfilman. Di platform agregator Rotten Tomatoes, Other Mommy hanya meraih skor 16 persen dari 64 ulasan kritikus. Banyak yang menilai film ini kehilangan arah dalam menyampaikan narasi horor yang mendalam. Alih-alih membangun ketegangan psikologis, film justru mengandalkan jump scare berulang dan gerakan kamera yang ekstrem, yang dinilai memicu kejengkelan, bukan ketakutan. Kritikus Katie Rife dari Inverse menyebut bahwa fokus pada visual dan teknik berlebihan mengorbankan kualitas cerita.

Para penilai lain menyoroti ketidakseimbangan antara potensi emosional dan eksekusi horor. Benjamin Lee dari The Guardian menyebut bahwa film ini sebenarnya bisa menghadirkan ketakutan yang lebih tenang dan menyelusup ke dalam bawah sadar, tetapi pilihan sutradara Rob Savage justru mengedepankan aksi yang memacu adrenalin. Keith Phipps dari The Reveal menilai bahwa sosok Other Mommy, yang awalnya menakutkan, justru kehilangan makna saat film berlanjut, berubah menjadi entitas efek khusus yang tidak lagi menakutkan. Jacob Oller dari AV Club bahkan menyebut tidak ada ancaman nyata dalam film, membuatnya terasa seperti pertunjukan teater yang tidak serius.

Meski begitu, tidak semua penilaian bersifat negatif. Nick Schager dari The Daily Beast mengakui bahwa ritme film yang cepat dan atmosfer surealis memberi pengalaman menegangkan yang cocok untuk menonton bersama teman di malam Jumat. Ia menyebut film ini sebagai thriller yang bergerak tanpa henti seperti wahana roller coaster, meski tidak memperhatikan logika naratif. Meski berbagai kritik menghampiri, film ini tetap berhasil membuktikan bahwa keberhasilan komersial tidak selalu sejalan dengan kualitas artistik, terutama dalam genre horor yang menuntut ketepatan dalam membangun ketakutan yang membekas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya