Pajar Ariyana, dari Trauma ke Medali Perak di Asian Games
Atlet surfing asal Bali meraih medali perak di nomor shortboard putra Asian Games 2026 setelah melewati perjalanan penuh tantangan dan trauma akibat pengalaman tergulung ombak saat kecil.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pajar Ariyana menorehkan sejarah sebagai peraih medali perak dalam nomor shortboard putra di ajang Asian Games 2026, berkat performa gemilang yang ditunjukkan di tengah persaingan ketat melawan atlet tuan rumah dari Jepang. Dalam laga final yang berlangsung di Nagoya, ia berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal, menunjukkan ketahanan mental dan teknik yang matang. Setiap gerakannya disaksikan dengan penuh harap oleh sang ibu, Ni Made Puspawati, yang tak pernah berhenti berdoa dari awal hingga akhir pertandingan.
Perjalanan Pajar bukanlah jalur yang mulus. Ia tumbuh di Pulau Serangan, Denpasar, di lingkungan keluarga yang menjalankan usaha warung di tepi pantai. Sejak usia satu bulan, ia sudah akrab dengan laut. Namun, ketakutan terhadap ombak menyeretnya ke masa sulit saat berusia enam tahun, saat ia tak bisa berenang dan tergulung gelombang besar. Pengalaman itu meninggalkan trauma yang hampir membuatnya menyerah. Namun, dorongan dari sang ayah, dengan kalimat "Never give up", menjadi pemicu kebangkitan.
Kembali ke laut bukanlah keputusan mudah. Tapi melalui konsistensi dan latihan, rasa takut berubah menjadi keberanian. Pada usia tujuh tahun, ia mulai mengikuti kompetisi pertama. Dukungan sponsor pun datang setahun kemudian, membantunya meraih posisi ketiga dalam ajang tingkat nasional. Dari sanalah karier berselancar Pajar benar-benar berjalan.
Ketika tumbuh, Pajar dikenal sebagai sosok yang mandiri. Ia sering berangkat sendiri ke luar kota untuk bertanding, bahkan saat harus mengikuti even internasional. Meski sejak kecil sempat bercita-cita menjadi pesepak bola, pilihan ayahnya untuk menekuni surfing karena keterikatan alam yang sudah melekat sejak kecil, akhirnya menjadi arah hidup yang tepat.
Kemenangan di Asian Games 2026 bukan hanya tentang medali, tetapi juga bukti bahwa ketekunan dan keberanian mengatasi trauma dapat mengubah hidup. Bagi Puspawati, setiap kali melihat putranya mengayunkan papan di atas ombak, ia melihat perjalanan panjang yang penuh cinta, perjuangan, dan ketahanan yang tak tergoyahkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Timnas Futsal Panggil 20 Pemain untuk Tantangan Brasil
Timnas Futsal Indonesia mengumpulkan 20 pemain untuk pemusatan latihan menyambut turnamen Copa das Nacoes 2026 di Brasil sebagai persiapan menuju Piala Dunia 2028.
29 September 2026

Fisioterapi untuk Pemulihan dan Pencegahan Cedera di Kalangan Atlet
Fisioterapi bukan hanya untuk pemulihan pasca-cedera, tetapi juga alat penting dalam menjaga performa dan mencegah cedera pada atlet, termasuk tim tenis meja nasional dalam persiapan Asian Games 2026.
29 September 2026

Juicy Luicy Gagal Tampil di MotoGP Mandalika 2026
Band Juicy Luicy resmi ditarik dari line-up hiburan MotoGP Mandalika 2026 karena keputusan perubahan susunan artis yang diputuskan oleh panitia penyelenggara.
29 September 2026

Tzuyu TWICE Bawa Lagu Tema Kolaborasi F1 dan Anime
Penyanyi asal Taiwan Tzuyu TWICE resmi menyanyikan lagu tema kolaborasi antara tim F1 Williams dan anime DAN DA DAN, dirilis menjelang Grand Prix Jepang 2027.
29 September 2026
Berita Lainnya

Bebe Rexha Ungkap Bantuan Taylor Swift Saat Kesulitan Gaun di Grammy 2019
Rabu, 30 September 2026, 09.27 WITA

Kejagung Perluas Penyidikan Korupsi MBG dengan Tersangka Baru dari TNI
Rabu, 30 September 2026, 09.08 WITA

Buku Sastra 'Memburu Muhammad' Dihadapkan pada Tekanan dan Ancaman
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Rabbi Israel Tolak Hak Palestina, Kecaman Global Menguat
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Netanyahu Bertemu Pejabat 10 Negara dalam Kunjungan Rahasia ke UEA
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Gurun Atacama Berubah Jadi Padang Bunga Akibat Hujan Lebat
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Malaysia Mulai Pulangkan Ribu Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Perempuan Pertama Pimpin Pemerintahan Maroko
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA



