PAM Jaya Mulai Kaji Langkah IPO, Fokus pada Kesiapan Internal
PAM Jaya memulai pembahasan strategis dengan OJK terkait rencana IPO, meski belum mengajukan permohonan resmi, dengan komitmen tetap menjaga kendali pemerintah daerah.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan air milik Pemprov DKI Jakarta, PT Air Minum Jaya (Perseroda), tengah mempertimbangkan langkah penawaran saham perdana di pasar modal melalui konsultasi awal dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proses ini masih berada pada tahap pendahuluan, di mana perusahaan belum mengajukan permohonan resmi untuk melantai di bursa efek. Tujuan utama konsultasi adalah memahami secara mendalam prosedur, syarat, dan persiapan teknis yang harus dipenuhi sebelum pelaksanaan IPO.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Efek OJK, Hasan Fawzi, memastikan bahwa pertemuan dengan jajaran direksi PAM Jaya telah dilakukan untuk memberikan panduan tentang tahapan yang perlu dipersiapkan. Ia menekankan bahwa keputusan lanjutan akan sepenuhnya bergantung pada kesiapan internal perusahaan, termasuk kematangan tata kelola, kinerja keuangan, dan struktur korporasi. “Saat ini baru tahap konsultasi. Belum ada pengajuan resmi,” ujar Hasan dalam pertemuan di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menyatakan bahwa Pemprov DKI akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas setelah IPO berlangsung. Kebijakan ini akan dijamin melalui peraturan daerah (perda) yang sedang disusun, sehingga kendali operasional dan pengelolaan tetap berada di tangan pemerintah daerah. Skema serupa juga diterapkan untuk Bank Jakarta, yang turut masuk dalam rencana pengembangan pasar modal bersama PAM Jaya. Tujuannya adalah memperluas kepemilikan publik tanpa mengorbankan kontrol pemerintah.
Sampai saat ini, PAM Jaya masih berada pada tahap kajian internal dan konsultasi dengan regulator. Tidak ada rencana waktu pasti untuk pelaksanaan IPO, karena semua langkah tergantung pada kematangan perusahaan dalam berbagai aspek. Namun, komitmen untuk menjaga keberlangsungan layanan publik dan kualitas manajemen tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah strategis yang diambil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sistem Cerdas Pantau Transaksi CPO, Pajak Tak Lagi Terlewat
Pemerintah mengungkapkan telah melengkapi sistem pemantauan pajak CPO dengan teknologi kecerdasan buatan dan big data untuk melacak transaksi secara real time.
13 Oktober 2026

AI Dorong Revolusi Pengawasan Pajak di Indonesia
Kecerdasan buatan kini menjadi alat utama dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi pengawasan kepatuhan pajak secara proaktif.
13 Oktober 2026

Sistem Digital Awasi Kekayaan Keluarga Kaya Raya
DJP sedang mengembangkan dashboard terintegrasi berbasis kecerdasan buatan untuk memantau real-time kekayaan individu dan keluarga miliarder melalui aset dan aktivitas korporasi mereka.
13 Oktober 2026

AI Percepat Transformasi Ekonomi Global, Tapi Ancam Kesenjangan
IMF memperingatkan risiko kesenjangan ekonomi akibat ketimpangan akses AI, meski teknologi ini berpotensi tingkatkan pertumbuhan global hingga 0,5% per tahun.
13 Oktober 2026
Berita Lainnya

Cook Kunjungi China, Tekankan Komitmen Rantai Pasok dan Inovasi
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.33 WITA

Nadella Soroti Kebutuhan Rem Darurat untuk AI Canggih
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Wilayah Sulawesi Tenggara Waspadai Kekeringan Akhir Oktober
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Apple Siap Luncurkan MacBook Pro Layar Sentuh Pertama
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Pemerintah Rancang Peta Bahan Baku Bioetanol Nasional
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA

Buruh Siap Gelar Aksi Serentak Dorong Kenaikan Upah 2027
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA

Pemerintah Tuntaskan Ketergantungan Impor Bensin Lewat Etanol Lokal
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.30 WITA

Demo Kecoa Tuntut Mundurnya Ketua KPU India
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.30 WITA

