Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pariwisata Indonesia Tumbuh Tahan Guncangan Global

Pariwisata nasional tumbuh 5,71% hingga Agustus 2026, didukung stabilitas ekonomi dan kebijakan strategis pemerintah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.25 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
Pariwisata Indonesia Tumbuh Tahan Guncangan Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil menjadi fondasi utama keberlanjutan sektor pariwisata. Pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45 persen, didukung inflasi terkendali di angka 3,28 persen dan kenaikan investasi sebesar 7,2 persen, mencapai Rp1.010,6 triliun. Angka tersebut menunjukkan kuatnya daya beli domestik dan keberlanjutan arus investasi, khususnya di luar Jawa, yang mendukung pengembangan infrastruktur dan layanan pariwisata.

Kinerja pariwisata Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan global. Sementara kunjungan wisatawan internasional dunia hanya tumbuh 0,4 persen dan Asia Tenggara mengalami kontraksi 1 persen, Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,71 persen. Hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, meningkat 5,38 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, dan mendekati 99 persen dari level pra-pandemi.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional terus memperkuat posisi. Pada 2025, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan, menghasilkan devisa USD18,28 miliar dan menyerap 25,91 juta lapangan kerja. Pada semester I 2026, perjalanan domestik mencapai 842,15 juta perjalanan, naik 4,29 persen, sementara devisa pariwisata mencapai USD8,43 miliar. Investasi di sektor ini tumbuh 16,64 persen, menunjukkan potensi besar dalam menciptakan ekonomi inklusif dan pengembangan daerah.

Untuk mendorong pertumbuhan lebih lanjut, pemerintah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16–17,6 juta pada 2026, dengan kontribusi terhadap PDB diperkirakan mencapai 4,5–4,7 persen. Rencana strategis ini diwujudkan melalui paket stimulus senilai Rp26,34 triliun, termasuk diskon transportasi, insentif pajak, keringanan PPh bagi 552.000 pekerja perhotelan, dan pelatihan keterampilan bagi 400.000 tenaga kerja pariwisata setiap tahun. Perluasan akses visa dan konektivitas udara juga menjadi fokus utama.

Peningkatan kualitas dan daya saing pariwisata juga ditekankan melalui inovasi produk dan pengalaman wisata yang kreatif. Pemerintah mendorong integrasi pariwisata dengan olahraga, musik, dan industri kreatif, serta memperkuat sektor MICE untuk menarik lebih banyak acara bisnis internasional. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci agar destinasi unggul dapat bertransformasi menjadi peluang usaha, investasi, dan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya