Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pariwisata Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja di 2025

Sektor pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025, menjadi tertinggi dalam dekade terakhir dan menempati posisi ketiga terbesar di Indonesia setelah pertanian dan perdagangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 83x dibuka
Pariwisata Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja di 2025📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sektor pariwisata Indonesia mencatat rekor penyerapan tenaga kerja tertinggi dalam satu dekade, dengan jumlah pekerja mencapai 25,91 juta orang pada tahun 2025. Angka ini mencerminkan kontribusi signifikan dari berbagai lapisan ekosistem pariwisata, mulai dari layanan akomodasi, transportasi, kuliner, destinasi wisata, hingga usaha ekonomi kreatif yang tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

Peningkatan jumlah tenaga kerja ini tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga merata di wilayah pedesaan, khususnya di desa wisata. Data menunjukkan peningkatan tenaga kerja lokal di desa wisata dari 3.234 orang pada 2024 menjadi 4.959 orang pada 2025, meningkat sebesar 53,34 persen. Penyerapan tenaga kerja ini menjadi bukti kian kuatnya peran pariwisata sebagai pendorong perekonomian daerah.

Di sisi investasi, sektor pariwisata menunjukkan daya tarik yang terus berkembang. Total investasi pada 2025 mencapai Rp73,56 triliun, dengan realisasi pada semester pertama 2026 sebesar Rp39,68 triliun. Dari total tersebut, enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata menyerap investasi sebesar Rp1,4 triliun dan menciptakan 1.858 lapangan kerja baru, sementara lima KEK lain yang bergerak di bidang pariwisata menyerap investasi Rp4,5 triliun dan menambah 1.621 pekerja.

Investasi yang masuk bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha pendukung, kebutuhan barang dan jasa, serta penciptaan lapangan kerja berkelanjutan. Kebijakan pemerintah yang terus mendukung keterlibatan masyarakat lokal dalam sektor pariwisata dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan ekonomi berbasis destinasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya